MENGENAL PERMAINAN GASING KALIMANTAN BARAT

Pengarang: 

RAZALI

Penerbit: 

-

Tahun Terbit: 

-

Daerah/Wilayah: 
Kalimantan Barat
Rak: 

KBA - 796.2 (790-799)

ISSN/ISBN: 

-

Jumlah Halaman: 
35

Tempo dahulu permainan gasing merupakan salah satu alat pemersatu yakni untuk menjalin persahabatan dan silaturahmi antar penduduk di suatu kampung dengan kampung lainnya. Dua suku asli Kalimantan Barat yaitu Dayak dan Melayu memang mempunyai banyak kesamaan budaya diantaranya permainan gasing. Yang berbeda hanyalah dalam penyebutan atau bahasa yang digunakan. Konon gasing pada masyarakat Dayak Kanayatn lebih dikenal dengan Pangka atau Bapangka. Gasing terbuat dari kayu diantaranya kayu mbaris, keranji, belian dll. Pasak gasing yang digunakan untuk pangkak terbuat dari besi/baja, sedangkan untuk gasing berindu (uri) pasaknya terbuat dari jarum jahit. Alat yang digunakan berupa tali, pencedok, pancang/tonggak kayu, piring/pinggan, perlengkapan lainnya seperti getah kayu moras, damar, aplas. Untuk pembuatan gasing berindu dapat dilakukan dengan dua cara diraut dan dibubut/dilarik. Jenis gasing yang sering dimainkan ada dua macam yang terdiri dari jenis gasing yang digunakan hanya untuk adu uri/rindu (gasing kebudayaan) dan jenis gasing yang digunakan untuk dipangkakkan (gasing olahraga). Kedua jenis gasing tersebut memiliki ciri-ciri dan kegunaan masing-masing. Untuk gasing berpangkak jenisnya ada dua macam yaitu gasing murni (gasing polos) dan gasing bertambah (gasing remot). Cara memainkan gasing dengan membolang gasing dengan tali yaitu dengan cara mengikat ujung tali kebagian leher gasing dengan tali dan mengencangkan ikatan tersebut sampai ujung tali yang diikat tersebut sampai tidak bergerak lagi. Sedangkan putaran tali mengikuti arah berputarnya jarum jam (bagi yang menggunakan tangan kanan dan tangan kiri sebaliknya) sampai tali tersebut menutupi bagian badan gasing dan bagian pakang gasing. Kemudian memegang bagian bawah gasing (burit) bagi pemula sedangkan yang telah mahir dapat juga pada bagian pakang gasing dan selanjutnya gasing tersebut dilemparkan (seperti bermain yoyo) ke tanah dengan agak dimiringkan dan bagian bawah gasing harus terlebih dahulu menyentuh tanah.