MENGENAL KOLEKSI MIHING (ALAT TRADISIONAL PERANGKAP IKAN) DI MUSEUM NEGERI PROPINSI KALIMANTAN TENGAH "BALANGA"

Pengarang: 

MUHAMMAD YADI, YEMINA YULITA ERNI LAMBUNG, RUSTINAH, YUTATI, HELISINI HALLIS

Penerbit: 

DEPARTEMEN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Tahun Terbit: 

1999/2000

Daerah/Wilayah: 
Kalimantan Tengah
Rak: 

TEK - 639.1 (630-639)

ISSN/ISBN: 

-

Jumlah Halaman: 
24

Mihing merupakan salah satu alat penangkap ikan tradisional yang pernah ada dalam kehidupan sebagian masyarakat Dayak Ngaju di daerah Kapuas, tepatnya di aliran Sungai Kahayan. Mihing artinya adalah semacam alat penangkap ikan dan mengandung makna perhatian ikan-ikan, sehingga ikan-ikan tersebut berdatangan dan masuk ke dalam mihing. Pembuatan mihing tidaklah mudah karena diperlukan waktu, tenaga, dan keahlian tentang bagaimana dan apa yang harus dilakukan. Teknik pembuatan mihing melalui beberapa tahap diantaranya tahap persiapan, tahap pelaksanaan dan tahap akhir. Mihing mempunyai bagian-bagian yaitu bagian depan (haluan) terdapat Sapundu, Bandan, Batu, Bangkat, Pangkar Badarai. Kemudian bagian tengah terdapat tiang/Jihi, Balambang, dan Jongkong Balida. Sedangkan bagian belakang (buritan) terdiri dari Anjung-anjung, Babara Bawui, Kalapiting birip (baling-baling), Bendera (merah, putih, atau kuning), dan Suling Riwut. Adapun untuk ukuran mihing adalah 7 (tujuh) depa lebar dan 70 (tujuh puluh) depa panjang, sehingga ukuran skala perbandingannya 1 : 10 meter. Ukuran ini diambil 7 (tujuh) depa dari Raja uju hakanduang yang dimanifestasikan Hatalla (Tuhan).