MENGENAL KAHARINGAN

Pengarang: 

NENI PUJI NUR RAHMAWATI DAN MOCH ANDRE WP

Penerbit: 

BPNB PONTIANAK

Tahun Terbit: 

2015

Daerah/Wilayah: 
Kalimantan Tengah
Rak: 

AGA - 200 (200-209)

ISSN/ISBN: 

-

Jumlah Halaman: 
31

Kaharingan merupakan ajaran agama kepercayaan suku terbesar yang terbentuk dari berbagai unsur kepercayaan tradisional masyarakat di Kalimantan Tengah dan sebagian Kalimantan Selatan. Awal penyebutan Kaharingan secara kelembagaan dimulai ketika berdirinya Sarikat Kaharingan Dayak Indonesia (SKDI) pada tahun 1950. Pembentukan ini juga menandai awal dari keinginan para pemeluk Kaharingan untuk menjadi agama dan menyusun Panaturan sebagai sumber dari berbagai ajarannya. Seiring pemantjangan (pemancangan) tiang pertama Kota Palangka Raya dan terbentuknya kantor persiapan pembentukan Provinsi Kalimantan Tengah tahun 1957, Kaharingan yang berarti hidup atau kehidupan, kemudian disepakati menjadi sebuah agama yang mewadahi dan mewakili berbagai kepercayaan tradisional tersebut. Dengan kepercayaan terhadap banyak roh, termasuk roh leluhur, maka Kaharingan dianggap sebagai agama yang paling mirip dengan Hindu. Meski dalam prakteknya, prosesi ritual dan bentuk kepercayaan Kaharingan itu sangat berbeda dengan Hindu Dharma. Guna memenuhi kelengkapan syarat untuk diakui sebagai sebuah agama, selanjutnya mereka juga menetapkan tiga hari raya besar keagamaan yaitu hari pertanian, kebudayaan dan syukuran umum.