MENEMUKENALI ARSITEKTUR TRADISIONAL LOBA SUKU KULAWI PROPINSI SULAWESI TENGAH

Pengarang: 

IKSAM, M. Hum, DKK

Penerbit: 

BPNB MANADO

Tahun Terbit: 

2012

Daerah/Wilayah: 
Sulawesi Tengah
Rak: 

6.1 (700-7

ISSN/ISBN: 

978-602-9374-53-7

MENEMUKENALI ARSITEKTUR TRADISIONAL LOBA SUKU KULAWI PROPINSI SULAWESI TENGAH

Suku bangsa Kulawi merupakan salah satu bangsa yang mendiami wilayah Propinsi Sulawesi Tengah yang masih mempertahankan tradisi arsitektur tradisional yang khas berupa rumah adat Lobo. Dari segi konstruksi dan bentuk rumah adat, rumah adat Lobo suku Kulawi termasuk jenis rumah di atas tiang (pile dwelling). Rumah tradisional Lobo kaya dengan tektonika yang oleh masyarakat dijadikan sebagai simbol filosofi kehidupan sosial yang berfungsi menampung segala aktivitas yang menyangkut kepentingan masyarakat dan religius. Tidak satupun unsur bangunan yang terbuang dari nilai-nilai tektonika. Estetika yang tercipta dapat terlihat mulai dari atap, badan hingga kaki bangunan rumah Lobo. Termasuk ukiran dan ragam hias yang sarat makna simbolik pemiliknya. Bentuk ragam hias yang ditempatkan pada bangunan Lobo adalah Ragam hias tanduk kerbau, ukiran kepala kerbau, mata tombak dan hulu guma, jenis kelamin manusia. Pembuatan atau pemasangan suatu bentuk hiasan pada bangunan rumah tinggal atau rumah adat harus disesuaikan dengan aturan adat yang berlaku. Fungsi rumah Adat Lobo adalah sebagai tempat musyawarah, tempat pengadilan adat, tempat upacara adat, tempat pemukiman. Salah satu bentuk arsitektur yaitu rumah tradisional lobo yang kaya dengan tektonika yang oleh masyarakat dijadikan sebagai simbol filosofi kehidupan sosial yang berfungsi menampung segala aktivitas yang menyangkut kepentingan masyarakat dan religius.