MENAK CINA 5

Pengarang: 

R. NG. YASADIPURA 1

Penerbit: 

DEPARTEMEN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN JAKARTA

Tahun Terbit: 

1982

Daerah/Wilayah: 
Jawa Tengah
Rak: 

1.3(000-09

MENAK CINA 5


Buku seri cerita Menak yang berjudul Menak Cina jilid lima ini merupakan seri Menak Cina yang terakhir dan yang kemudian dilanjutkan dengan cerita lain mengenai Sang Agung Menak dengan judul Menak Malebari. Dalam jilid kelima ini Putri Cina, Sang Dewi Adaninggar, telah tewas di tangan Ratna Dewi Kelaswara. Kemudian, setelah jenazah Putri Cina dapat direbut dari tangan Prabu Nusyirwan oleh para wadya bala Cina, diadakan perundingan untuk memakamkannya di Negara parangakik. Dalam perjalanan inilah Sang Prabu Nusyirwan yang tadinya seorang raja yang luhur dan mulia, disembah-sembah oleh beratus sesama raja, mengalami penderitaan yang tiada taranya. Penderitaan itu juga disebabkan karena Sang Prabu Raja Nusyirwan tidak memperhatikan lagi pesan almarhum ayahnya semasa masih hidup agar Raja Nusyirwan kalau menjadi raja mendengarkan kata-kata nasehat dari penasehatnya bernama Betaljemur dan jangan terlalu menghiraukan nasehat atau saran patihnya yang bernama Bestak. Dalam keadaan menderita Prabu Nusyirwan berhasil sampai ke Negara Cina, sementara permaisuri Sang Raja Medayin mengetahui suaminya ke negeri Cina minta bantuan Sang Agung Menak untuk menyusul ayah mertuanya. Sang Menak ditemani Raja Mukub ke negara Cina, sementara Sang Raja Cina Prabu Ong-te-te telah mendapat kabar tentang kematian putrinya Sang Dewi Adaninggar. Untuk mendapatkan kepastian, Sang Raja memerintahkan supaya api pemujaan dinyalakan jauh lebih besar maka diperlukan lebih banyak kayu bakar sehingga seluruh rakyat Cina diperintahkan menyeiakan kayu bakar. Sayid Sami yang tak lain adalah Sang Agung Menak berhasil merobohkan pepohonan di hutan dengan tenaganya yang luar biasa.Sang Agung Menak yang melihat api yang menyala-nyala tinggidan disembah-sembah serta dipuja-puja orang Cinaitu, rasa hatinya sangat tidak senang. Sang Menak kemudian mengeluarkan mujijatnya, dan beberapa saatnyala api pemujaan yang menjulang tinggi itu telah dapat dipadamkan.