MENAK CINA 4

Pengarang: 

R. NG. YASADIPURA 1

Penerbit: 

DEPARTEMEN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN JAKARTA

Tahun Terbit: 

1982

Daerah/Wilayah: 
Jawa Tengah
Rak: 

1.3(000-09

MENAK CINA 4


Buku cerita Menak jilid keempat ini dimulai dengan perang tanding antara Putri Cina dan kedua putri raksasa, Mardawa dan Mardawi. Keluarga raksasa yang ingin membalas dendam terhadap Sang Agung Menak, dimanfaatkan oleh Raja Kelan untuk menghadang Sang Menak Jayengrana sebelum dapat menyerang Negara Kelan. Kedua putri raksasa yang memang sakti itu akhirnya dapat dikalahkan oleh putri Cina, dan dengan bantuan Dewi Sudarawreti, raja raksasa, Mardu Jamum, dapat ditamatkan riwayatnya. Sang putri yang merasa dirinya prajurit yang sakti menyanggupi maju perang melawan sang Menak dan mengadakan persiapan perang seperlunya. Dan setelah diadakan perundingan, walaupun lawannya seorang putri, kedua permaisuri Sang Menak yang prajurit utama, juga Putri Cina, tidak diperkenankan maju perang, Sang Menak sendiri yang akan menghadapi lawannya yang prajurit wanita itu. Dewi Kelaswara berhasil sampai di taman sari dan diikuti pula dengan Sang Menak yang sampai ke taman sari juga, terjadilahperjumpaan antara Sang Menak dan Dewi Kelaswara. Perjumpaan yang diakhiri dengan perkawinan. Ketiga putri, Dewi Sudarawreti, Dewi Sirtu Pelaheli dan Dewi Adarninggarsedang memperbincangkan jalannya peperangan tapi berita yang mereka terima berbeda dengan kenyataan sehingga Dewi Adaninggar yang berhati keras malam-malam menyusul ke taman sari tetapi yang dilihat Sang Dewi sedang tidur bersama pujaan hatinya maka ditariknya Dewi Kelaswara dan terjadilah pertempuran. Dewi kelaswara terdesak dan minta berhenti sebentar untuk mengambil senjata. dan dengan diam-diam Sang Dewi mengambil panah sakti Sang Agung Menak, dan setelah panah itu mengenai Dewi Adaninggar, tak berdayalah Sang Putri Cina. sang putri Cina, Dewi Adaninggar telah tiada. sang Menak benar-benar merasa menyesal, akan tetapi apa daya peristiwa ini sudah menjadi kehendak Yang Maha Agung.