MEMAHAMI SEJARAH TASAWUF DI ACEH

Pengarang: 

CUT ZAHRINA

Penerbit: 

BPNB ACEH

Tahun Terbit: 

2018

Daerah/Wilayah: 
Nanggroe Aceh Darussalam
Rak: 

AGA - 2X5.2

ISSN/ISBN: 

978-602-9457-74-2

Jumlah Halaman: 
40

Memahami sejarah tasawuf atau sufisme erat kaitannya dengan tradisi dan wacana intelektual Islam di Nusantara. Tasawuf atau sufisme merupakan sebuah ajaran yang berkembang dalam agama Islam. Tasawuf tahap paling tinggi seseorang untuk melakukan pemahaman dan pengalaman terhadap agama Islam. Sehingga tidak semua orang Islam dapat memperoleh pengakuan bahwa ianya adalah seorang yang tasawuf atau sufi. Untuk memperoleh gelar sufi seseorang harus tekun dan sabar, sehingga seorang sufi digelar sebagai insan kamil yaitu manusia sempurna secara ketauhidan, ilmu pengetahuan dan akidahnya. Aceh merupakan pintu masuk agama Islam ke Nusantara, aceh ramai didatangi oleh para saudagar muslim yang berasal dari Timur Tengah, tujuan mereka saat itu adalah untuk berdagang sekaligus menyebarkan agama Islam. Tahap perkembangan Islam berikutnya adalah muncul-muncul sederetan para tokoh intelektual Islam di Aceh, mereka adalah para sufi, pengetahuan keilmuan dan pemahaman keislaman para sufi tersebut telah menempati tempat istimewa dalam pengembangan Islam di Aceh, sehingga pemikiran mereka menjadi pola pikir di kesultanan Aceh ketika itu karya para tokoh sufi tersebut dipercayakan sebagai Syaikhul Islam di Kerajaan Aceh Darussalam. Segala paham dari tokoh sufi tersebut terutama pemahaman tentang Islam disambut baik oleh masyarakat Aceh. Adapun tokoh dimaksud adalah Hamzah al-Fansuri, Syamsuddin as-Sumatrani, Nuruddin ar-Raniri dan Abdur Rauf as-Singkili.