MASYARAKAT NELAYAN DI KAMPUNG FANJUR DI KABUPATEN SUPIORI

Pengarang: 

WINDY HAPSARI,S.Sos DAN DINAR, S.Sos

Penerbit: 

BALAI PELESTARIAN NILAI BUDAYA JAYAPURA-PAPUA

Tahun Terbit: 

2015

Daerah/Wilayah: 
Papua
Rak: 

MTE - 307.7 (300-309)

ISSN/ISBN: 

978-602-356-061-5

Jumlah Halaman: 
120

Masyarakat nelayan Kampung Fanjur adalah masyarakat yang hidup di pesisir pantai dan memiliki nilai-nilai budaya tersendiri sebagai pedoman hidupnya. Sebagai masyarakat nelayan,mereka memiliki seperangkat pengetahuan lokal sebagai kearifan lingkungan yang diwariskan secara turun-temurun. Beberapa pengetahuan lokal masyarakat nelayan Kampung Fanjur adalah pengetahuan lokal mengetahui ritual melaut, peralatan dan teknologi melaut, penegtahuan mengenai waktu dan lokasi tangkap, pengetahuan tentang gejala alam yang terdiri atas perbintangan, tanda-tanda alam, pengetahuan mengenai musim tangkap, pengetahuan mengenai ragam jenis ikan tangkapan, pengetahuan mengenai distribusi hasil tangkapan, dan pengetahuan mengenai pemanfaatan laut sebagai sumberdaya alam. Selain itu tidak dapat dipungkiri mereka juga mengalami beberapa perubahan untuk menyesuaikan kebutuhan hidup dan kemampuan mereka dalam bertahan hidup. Meskipun terkesan baik, namun kondisi ini sedikit banyak kemudian merubah pola hidup masyarakat nelayan terutama kaum mudanya, untuk tidak lagi menggantungkan kehidupan sebagai nelayan sebagai matapencaharian utama. Faktor lainnya adalah kurangnya pelatihan mengenai olahan ikan yang berekonomis tinggi, untuk mengantisipasi penumpukan ikan sangat membanjirnya hasil tangkapan yang mengakibatkan harga ikan menjadi sangat murah dan merugikan nelayan.