MANUSKRIP KITAB QONUN SAMBAS : WAWASAN RUANG PERAIRAN VERSUS DARATAN

Pengarang: 

DANA LISTIANA DAN ASNAINI

Penerbit: 

MEDIA JAYA ABADI 

Tahun Terbit: 

2020

Daerah/Wilayah: 
Kalimantan Barat
Rak: 

NKU - 091 (090-099)

ISSN/ISBN: 

978-623-7526-29-2

Jumlah Halaman: 
174

Naskah yang dikaji dalam buku ini adalah undnag-undang Kesultanan Sambas bertajuk Kitab Qonun Aturan Adat Raja Zaman Dahulu (Kitab Qonun Sambas atau KQS). Asal usul dan fungsi KQS ini memiliki dimensi lokal dan global. Lokal karena ditulis oleh pihak Kesultanan Sambas sehingga memuat sudut pandang dan menggambarkan kondisi tempatan. Adapun dimensi global KQS ditunjukkan oleh teks yang menyatakan berasal dari Negeri Malaka. Secara substantif, Kitab Qonun Sambas merupakan adaptasi danpengembangan dari Undang-Undang Malaka (UUM), Undang-Undang Laut Malaka (UULM) beserta tambahannya, dan materi lain di luar keduanya. Oleh karena itu, kandungan isi naskah KQS ini selain sarat akan wawasan ruang perairan dan daratan, juga mengandung berbagai kosakata arkais dan gambaran keadaan Sambas pada masa lalu. Wawasan kedua ruang tersebut dalam kajian ini dibandingkan dan disandingkan untuk memperjelas perbedaan ciri satu sama lain. Sementara itu, kosakata dan ilustrasi kondisi Sambas diperoleh dengan membandingkan teks KQS dengan teks UUM dan UULM. Kitab Qonun Sambas yang merupakan produk undang-undang Melayu memuat tidak hanya sistem pemerintahan, sistem pentadbiran, dan susunan masyarakat Melayu lama, tetapi juga alam pikir orang Melayu pada masa lampau. Umumnya, Kitab Qonun Sambas dipandang sebagai wujud perpaduan adat istiadat dengan syariat Islam yang menjadi undang-undang kesultanan. Namun, buku ini menawarkan perspektif yang berbeda, yaitu memahami kesadaran ruang masyarakat Sambas di pesisir utara Kalimantan Barat dalam konteks budaya maritim.