MAKNA LAMBANG PADA BANGUNAN DAN LUKISAN MAKAM RAJA-RAJA ISLAM PALEMBANG

Pengarang: 

SENO, ROIS LEONARD ARIOS

Penerbit: 

BPSNT PADANG PRESS

Tahun Terbit: 

2009

Daerah/Wilayah: 
Sumatera Selatan
Rak: 

RKE - 755 (750-759)

ISSN/ISBN: 

978-602-8742-02-3

Jumlah Halaman: 
106

Perpaduan antara budaya Hindu/Budha dan budaya Islam nampak pada ragam hias yang terdapat pada bangunan makam-makam Islam Palembang. Hal itu menunjukkan bahwa, kendatipun masyarakat Palembang pada zaman Kesultanan telah beragama Islam, tetapi adat dan budayanya masih ada pengaruh Hindu dan Budha. Islam menghapus budaya pembuatan patung, baik manusia maupun hewan karena hal itu bertentangan dengan ajaran Islam. Ragam hias yang melengkapi bangunan makam raja Islam di Palembang, ternyata mengandung makna simbolis yang menggambarkan kewibawaan, kharisma, kekuasaan dan kehebatan tokoh yang dimakamkan. Dalam mitologi, baik di Jawa maupun Palembang ada persamaan tentang ragam hias nisan raja-raja Islam dan makna lambang yang terkandung didalamnya. Disamping itu, masyarakat pada waktu itu masih menyakini bahwa, bangunan meru merupakan suatu replika dari sebuah gunung suci di India yaitu Mahameru. Dari sini tampak adanya suatu unsur budaya yang berkesinambungan dari masa pra Islam ke Islam, sebagaimana tampak pada kosmologi dan tempat nisan raja-raja Islam Palembang.