MAHASISWA, NASIONALISME & PENJARA PERHIMPUNAN INDONESIA 1923 - 1928

Pengarang: 

JOHN INGLESON

Penerbit: 

KOMUNITAS BAMBU

Tahun Terbit: 

2018

Daerah/Wilayah: 
Daerah Khusus Ibukota Jakarta
Rak: 

SPO - 900 (900-909)

ISSN/ISBN: 

978-602-9402-93-3

Jumlah Halaman: 
138

Selama 5 tahun PI telah memegang posisi penting sekali dalam gerakan kebangsaan Indonesia. sumbangan PI yang terbesar adalah usahanya mengembangkan  ideologi sekulernya yang menjadi dasar dari arus utama gerakan kebangsaan setelah 1927. Pihak yang berjasa dalam hal ini adalah sekelompok pemimpin PI yang saling berhubungan erat yang semuanya berkaliber besar sebagai kaum intelektual. PI tidak hanya mengembangan ideologi. Anggota-anggotanya jadi terpikat oleh ide dan semangat nasionalisme baru tersebut. Ketika pulang ke tanah air pun mereka tetap aktif di bidang politik. PNI hampir seluruhnya adalah ciptaan PI, demikian pula organisasi penerusnya, Partindo dan PNI Baru. Pengalaman dan teknik yang mereka peroleh dalam PI terbukti sangat berguna dalam mengorganisasi sebuah partai politik modern, menyebarluaskan propaganda, dan tetap aktif dibidang politik. Lama setelah PI sendiri sudah mundur sebagai sebagai politik, alumninya tetap menduduki posisi penting dalam hampir setiap partai politik nasional di Indonesia. Dalam hal ini harus ditekankan bahwa PI adalah organisasi yang anggotanya berada di negeri Belanda bukan karena dibuang oleh pemerintah Hindia Belanda ataupun apkiran politik. Pada tahun 1930-an, PI lebih menjadi suara orang-orang yang terusir dari tanah air dan yang sedang berada dalam pembuangan. Ini mengakibatkan menurunnya arti penting PI bagi gerakan kebangsaan. Sebagai pemimpin nasional dari RI, pendekatan keduanya kepada orang Belanda dan Barat, sebagian besar ditarik dari pengalaman mereka sebagai mahasiswa dan nilai-nilai yang mereka terima. Demikian pula halnya  ide-ide yang memberi mereka motivasi untuk mengisi kemerdekaan, mungkin dapat dipastikan, terbentuk selama mereka menjadi mahasiswa di negeri Belanda. Semua ini amat memperngaruhi luasnya revolusi dan sifat dasar negara Indonesia setelah merdeka.