(KUMPE) KAIN KULIT KAYU DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT SULAWESI TENGAH

Pengarang: 

RICKY FS. RUMAGIT, S.SOS., M.H

Penerbit: 

KEMENTERIAN KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA

Tahun Terbit: 

2011

Daerah/Wilayah: 
Sulawesi Tengah
Rak: 

6.2(700-79

ISSN/ISBN: 

978-602-9052-20-6

”KUMPE” KAIN KULIT KAYU DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT SULAWESI TENGAH

Secara historis, pakaian adat suku bangsa Kaili dan Kulawi menggunakan bahan dari kain dari kulit kayu. Semua busana adat memiliki motif, baik busana pria maupun wanita. Rok wanita bersusun tiga, memakai pengikat kepala destar (Siga) dan Sampolu, memakai guma, sedangakan pakaian harian suku bangsa Kaili dan Kulawi umumnya tidak memiliki motif (polos), baik busana pria maupun wanita. Rok wanita bersusun dua (lampe) dan hanya sebagai penutup tubuh dari panas dan cuaca dingin. Khusus rok yang bersusun tiga mengandung makna silsilah keturunan (status sosial).