KUDUNGGA BULETIN PELESTARIAN CAGAR BUDAYA VOL 9 TAHUN 2020

Pengarang: 

TIM PENYUSUN

Penerbit: 

BPCB KALIMANTAN TIMUR

Tahun Terbit: 

2020

Daerah/Wilayah: 
Kalimantan Timur
Rak: 

BUL - 002.02 (000-009)

Jumlah Halaman: 
224

Keanekaragaman Cagar Budaya yang ada di Indonesia harus dipandang sebagai sebuah kekayaan yang perlu dijaga dan dilestarikan. Keanekaragaman Cagar Budaya yang ada membuktikan bahwa masyarakat kita memiliki inovasi dalam mengolah dan menghasilkan budaya dari zaman prasejarah hingga masa kini. Sejalan dengan kepentingan tersebut, maka bulletin Kudungga volume 9 Tahun 2020 mengangkat tema mengenai “Cagar Budaya dan Ekosistem Pemajuan Kebudayaan”. Terdapat 12 (dua belas) artikel yang akan ditampilkan di dalam bulletin Kudungga edisi kali ini. Sebagai artikel pembuka, Menggantang Harapan, Menggurat Masa Depan : Eksistensi Cagar Budaya dalam Konteks Pemajuan Kebudayaan oleh Ign. Eka Hadiyanta; (2) Menuju Ibu Kota Negara Berbudaya dan Berkarakter : Sinergisitas Pelestarian Cagar Budaya dan Objek Pemajuan Kebudayaan di Kabupaten Penajam Paser Utara oleh  Yadi Mulyadi, Tenri Ajeng dan Andi Tanra Akib; (3) Aspek Nilai Penting Dalam Pengelolaan Sub Kawasan Situs Gambar Cadas Merabu oleh Edy Gunawan dan Dr. Supratikno Rahardjo; (4) Nilai Situs Candi Negeri Baru dan Kawasan Sekitar oleh Imam Hindarto dan Tisna Arif Ma’rifat; (5) Eksplorasi Karst Mentewe Tahap II oleh Etha Sriputri; (6) Candi Negeri Baru, Dulu, Kini, dan Esok Sebuah Tinjauan Strategi Pelestarian Cagar Budaya oleh Budi Istiawan; (7) Warisan Mempawah di Kalimantan Barat Jejak Diaspora dan Perkembangan Pemukiman oleh Ilham dan Muhammad Nur; (8) Pemanfaatan Minyak Kelapa (Virgin Coconut Oil) Melalui Proses Tradisional Dan Penentuan Asam Lemak Bebas Sebagai Konservan Bangunan Cagar Budaya Rumah Penjara Sangasanga Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur oleh Nuryani; (9) Loyang Mendale dan Loyang Ujung Karang di Kabupaten Aceh Tengah : Objek Wisata Arkeologi Berbasis Wisata Edukasi Untuk Pelajar oleh Masnauli Butar Butar; (10) Kompleks Makam Raja Putabangun di Selayar Sebagai Tempat Pemujaan oleh Lenrawati; (11) Pelestarian Candi Cetho di Kabupaten Karanganyar Berbasis Masyarakat Lokal oleh Heri Purwanto dan Coleta Palupi Titasari; (12) Cagar Budaya Candi Kelibukbuk Media Toleransi Antar Umat Beragama di Bali oleh I Kadek Edi Palguna.