KUBUR BATU WARUGA DI SUB-ETNIS TOU MBULU SULAWESI UTARA

Pengarang: 

DWI YANI YUNIAWATI UMAR

Penerbit: 

DEPARTEMEN KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA

Tahun Terbit: 

2006

Daerah/Wilayah: 
Sulawesi Utara
Rak: 

4.3(390-39

ISSN/ISBN: 

979-8041-40-2

KUBUR BATU WARUGA DI SUB-ETNIS TOU’MBULU SULAWESI UTARA

Bentuk-bentuk penguburan dengan menggunakan wadah di Indonesia banyak ragamnya, hal ini merupakan salah satu bukti adanya kemampuan dan alam pikiran sendiri dan setiap daerah memiliki kekhasan masing-masing. Adanya perbedaan bentuk dan jenis wadah, pada satu sisi dapat dipandang sebagai statu perkembanganyang mungkin bersifat lokal karena pengaruh lingkungan alamnya, tetapi dapat juga dianggap sebagai suatu proses perkembangan budaya dari masa ke masa. Bentuk-bentuk wadah kubur yang terbuat dari batu dapat dibedakan dalam beberapa jenis, misalnya kubur dolmen, kubur peti batu, tempayan batu, dan keranda batu. Masyarakat (suku) Minaza yang terletak di Sulawesi Utara ini adalah salah satu suku di Indonesia yang memiliki bentuk-bentuk budaya khas, yang berupa peninggalan berupa tradisi penguburan yang memperlihatkan ciri-cirimegalitik yang berupa kubur peti batu atau yang sering disebut dengan waruga. Dari hasil penelitian terlihat bahwa kubur batu waruga ini ternyata mempunyai keragaman bentuk tutup waruga ini tidak memperlihatkan adanya suatu simbol dari status sosial masyarakat pendukungnya, seperti kebanyakan tradisi penguburan yang berciri megalitik lainnya.