KUASA EKSKLUSI DILEMA PERTANAHAN DI ASIA TENGGARA

Pengarang: 

DEREK HALL, PHILIP HIRSCH, TANIA MURRAY LI

Penerbit: 

INSIST PRESS

Tahun Terbit: 

2020

Daerah/Wilayah: 
Daerah Istimewa Yogyakarta
Rak: 

PDT - 631.5 (630-639)

ISSN/ISBN: 

978-602-0857-90-9

Jumlah Halaman: 
402

Persoalan mengenai siapa yang dapat dan dicegah untuk mengakses tanah mendasari berbagai konflik sosial dan politik di Asia Tenggara. Buku ini menelaah proses-proses kunci melalui mana pergeseran-pergeseran hubungan pertanahan berlangsung : alokasi tanah negara dan penyediaan hak-hak atas tanah, perluasaan kawasan lindung, demam komoditas budidaya, alih fungsi lahan pertanian, pencegahan akses orang-orang dekat, serta mobilisasi klaim pertanahan dalam terma identitas dan keterikatan dengan tempat. Dalam studi kasus di tujuh negara, para penulis buku ini menemukan bahwa empat “kuasa eksklusi” – pengaturan, pasar, pemaksaan, dan legitimasi, bersenyawa membentuk hubungan pertanahan dalam jalur-jalur baru dan seringkali mengejutkan. Debat pertanahan kerap menonjolkan pertentangan antara dua hal : penggunaan tanah berorientasi pasar dengan hak-hak kepemilikan pribadi di satu sisi, dan akses yang adil, produksi untuk subsitensi, dan penghormatan atas adat istiadat di sisi lain. Para penulis buku ini juga menilik debat tersebut untuk menunjukkan bahwa pengunaan produktif apa pun atas tanah mensyaratkan eksklusi terhadap calon pengguna, juga bahwa nyaris semua proyek yang mengubah hubungan pertanahan dengan demikian selalu disertai dilema. Mengusung wawasan dari berbagai disiplin ilmu, buku yang berjudul Kuasa Eksklusi Dilema Pertanahan di Asia Tenggara ini memetakan pola-pola baru pergumulan pertanahan di Asia Tenggara, dengan menyediakan suatu kerangka untuk menelaah dilema-dilema dalam hubungan pertanahan.