KOTA MARABAHAN KABUPATEN BARITO KUALA DALAM LINTASAN SEJARAH

Pengarang: 

LISYAWATI NURCAHYANI DAN JUNIAR PURBA

Penerbit: 

MEDIA JAYA ABADI

Tahun Terbit: 

2020

Daerah/Wilayah: 
Kalimantan Selatan
Rak: 

KSE - 959.8 (950-959)

ISSN/ISBN: 

978-623-7526-28-5

Jumlah Halaman: 
116

Orang-orang lebih mengenal Banjarmasin sebagai bandar atau pelabuhan besar, tetapi belum mengenal bandar-bandar lain, seperti Bandar Muara Bahan (Marabahan), Bandar Rampiau, dan Bandar Muara Mulak Negara. Bandar-bandar ini mempunyai peran yang tidak kecil dalam mendukung kemajuan dan kejayaan Bandar Masih (Banjarmasin) pada masa lampau. Peran Banjarmasin secara ekonomi, sosial, politik dan budaya tidak terlepas dari peran bandar-bandar di sepanjang daerah aliran sungai (DAS) Barito. Buku Kota Marabahan Kabupaten Barito Kuala Dalam Lintasan Sejarah ini akan menyajikan dua kajian mengenai Bandar Marabahan, yakni “Peran Ganda Bandar Marabahan Abad XIX di Kabupaten Barito Kuala Kalimantan Selatan” dan “Permukiman Orang Bakumpai di Marabahan pada Abad  XX”. Kedua tulisan ini mencoba menampilkan realitas historis masa lampau Bandar Marabahan. Sebuah penggambaran yang mencoba menampilkan dinamika, sosial, politik, ekonomi dan juga budaya Bandar Marabahan secara umum, dan kemudian memfokuskan perhatian pada keberadaan benteng Belanda serta permukiman orang Bakumpai di kota tersebut. Kajian pertama berfokus pada Bandar Marabahan secara umum dan kemudian menukikkan perhatian pada keberadaan benteng Belanda di bandar tersebut. Adapun dalam kajian kedua, setelah membincangkan keberadaan Marabahan secara umum, kemudian membahas secara umum permukiman orang Bakumpai di kota itu. Kajian ini mencoba menundukkan siapa orang Bakumpai, dari mana asal usul mereka, serta bagaimana proses perkembangan dan interaksi mereka dengan etnik lain sehingga akhirnya mereka jadi orang Bakumpai.