KOTA DEMAK SEBAGAI BANDAR DAGANG DI JALUR SUTRA

Pengarang: 

SUPRATIKNO RAHARDJO DAN WIWIN DJUWITA RAMELAN

Penerbit: 

DEPARTEMEN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN 

Tahun Terbit: 

1994

Daerah/Wilayah: 
Jawa Tengah
Rak: 

SEK - 900 (900-909)

ISSN/ISBN: 

-

Jumlah Halaman: 
131

Demak mulai dikenal pada akhir abad ke-15 sebagai kerajaan bercorak Islam yang pertama di Indonesia. Letaknya tidak jauh dari pantai (sekitar lima abad lalu) menyebabkan Demak banyak dikunjungi oleh para pedagang dan penyiar agama Islam, mungkin sudah sejak abad ke-14. Keterangan secara umum mengenai komoditi yang diperdagangkan di Demak sebagian dapat diketahui dari catatan Pires yang menulisnya pada awal dekade kedua abad ke-16. Sarana yang menunjang dalam kegiatan perniagaan adalah alat transportasi air. Kota Demak dikatakan kota Islam dan maritim. Pertumbuhan dan perkembangan kota pusat kerajaan bercorak maritim dapat disebabkan oleh beberapa faktor antara lain faktor geografis yang sangat berkaitan dengan hubungan lalu lintas, politik, ekonomi dan kosmologis. Peninggalan arkeologi di Demak berupa Mesjid Agung Demak, Makam Sunan Kalijaga dan Mesjid Kadilangu, Wihara, dan sebagainya.