KOSMOLOGI ORANG WEMALE DI SERAM BARAT

Pengarang: 

DRS. ABUBAKAR

Penerbit: 

DEPARTEMEN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN MALUKU

Tahun Terbit: 

1998-1999

Daerah/Wilayah: 
Maluku
Rak: 

1.5(200-29

Orang-orang Wemale Nudua Siwa mempunyai sejarah migrasi yang cukup panjang, melewati berbagai peristiwa dari satu tempat ke tempat yang lain, dan pada akhirnya menemukan sebuah teritori yang dianggap representatif untuk mengembangkan kehidupan sosial, ekonomi dan budaya. Pengalaman migrasi initelah memberikan dampak positif terhadap pengenalan pemahaman dan kearifan mereka tentang lingkungan dan makna hidup. Sistem nilai ini tetap dipertahankan sebagai bagian dari kehidupan mereka. Dalam pandangan kosmologi, orang-orang Wemale mengenal sistem dualisme yang memberikan makna totalitas. Hutan, kebun negeri, dan tempat kediaman, merupakan satu kesatuan yang tidak dapatdipisah-pisahkan. Pandangan ini berlaku pula dalam hubungan-hubungan sosial antara laki-laki dan perempuan, antara saudara laki-laki dan saudara perempuan, antara satu luma inai dan luma inai yang lain, maupun dalam hubungan-hubungan sosial lainnya. Desa dilihat sebagai suatu totalitas dimana komunitas menjunjung tinggi nilai-nilai kebersamaan dan solidaritas, seperti yang terlihat didalam tingkah laku dan aktivitas mereka setiap hari antara lain berburu, meramu sagu, bercocok tanam, mendirikan rumah dan aktifitas lainnya. Dengan demikian orang-orang Wemale melihat dunia dan lingkungannya serta dirinya sendiri sebagai suatu totalitas.