KONFLIK SUMBER DAYA ALAM ANTARA PENDUDUK LOKAL DENGAN PERUSAHAAN AGROFORESTRY DI KALIMANTAN SELATAN

Pengarang: 

BAMBANG H. SUTA PURWANA

Penerbit: 

KEMENTERIAN KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA

Tahun Terbit: 

2003

Daerah/Wilayah: 
Kalimantan Selatan
Rak: 

L2.3(SOSBU

KONFLIK SUMBER DAYA ALAM ANTARA PENDUDUK LOKAL DENGAN PERUSAHAAN AGROFORESTRY DI KALIMANTAN SELATAN
Perusahan-perusahaan perkayuan dan perkebunan di Kalimantan Selatan merupakan bagian dari kapitalisme global atau post-capitalist yang memiliki jaringan permodalan internasional sehingga dapat juga di bangun jaringan otoritas atau kekuasaan yang meliputi pemodal (Asia Development Bank), negara-negara Asean dan Pemda Kalimantan Selatan sendiri. Dalam konflik memperebutkan akses ke sumber daya alam itu kelihatan bahwa konflik-konflik itu maish bersifat parsial belum melibatkan keseluruhan warga masyarakat adat atau peladang sebagai satu kelas ekonomi tersendiri. Kekuatan pasar dan negara beraliansi melawan dan menundukkan kekuatan masyarakat setempat, hal ini nmapak nyata dalam bentuk dukungan politik dari pemerintah aerah bagi Multi National Corporation untuk beroperasi di Pegunungan Meratus yang menyimpan potensi sumber daya alam luar biasa terutama kayu dan emas. Warga balai Dayak di Pegunungan Meratus Kalimantan Selatan telah mengalami fenomena resources capture dan ecological. Secara ringkas dapat dikatakan bahwa ecological marginalization menyebabkan terjadinya penurunan produktivitas ekonomi atau marginalisasi ekonomi, karena sumberdaya yang menjadi tumpuan hidup penduduk telah rusak sebagai akibat dari aktivitas perusahaan yang mengekploitasi sumber daya secara berlebihan. Dampak sosial budaya yang mulai terjadi pada warga balai Dayak adalah memudarnya nilai-nilai tradisional dan institusi tradisional mereka.