KONFLIK DAN PERDAMAIAN ETNIS DI INDONESIA

Pengarang: 

SAMSU RIZAL PANGGABEAN

Penerbit: 

PT. PUSTAKA ALVABET

Tahun Terbit: 

2018

Daerah/Wilayah: 
Daerah Khusus Ibukota Jakarta
Rak: 

SPK - 305.8 (300-309)

ISSN/ISBN: 

978-602-6577-39-9

Jumlah Halaman: 
241

Mengapa kekerasan terjadi di kota dan kabupaten tertentu di Indonesia tapi tidak di kota dan kabupaten lain? Apakah pemilahan etnis menjelaskan variasi insiden kekerasan? Bertentangan dengan anggapan umum, buku yang berjudul Konflik dan Perdamaian Etnis di Indonesia  ini menunjukkan bahwa peran dan strategi aktor negara lebih besar dari ciri dan pemilahan kelompok. Salah satu fenomena penting ketika Indonesia mengalami transisi dari Orde Baru ke Reformasi adalah insiden kekerasan etnis secara geografis terkonsentrasi di 15 kota dan kabupaten. Ada lebih banyak kota dan kabupaten yang tidak mengalami kekerasan etnis, walau pun ada ketegangan. Beberapa faktor mencolok di tingkat nasional, seperti krisis ekonomi dan melemahnya kapasitas negara juga kurang memadai dalam menjelaskan variasi ruang kekerasan etnis di tingkat subnasional.

Untuk menjelaskan variasi tersebut, buku ini meneliti kasus-kasus kota yang mengalami kekerasan dan yang tidak mengalami kekerasan walaupun ada ketegangan. Kasus-kasus ini juga mewakili pemilahan terpenting di Indonesia, yaitu Pribumi - Tionghoa di Surakarta dan Yogyakarta; serta Muslim - Kristen di Ambon dan Manado. Dengan menggunakan data dari survei dan media lokal, buku ini melakukan penelusuran proses yang berlangsung di kedua kota, dan menyoroti mekanisme yang dianggap menyebabkan hasil yang berbeda di dua pasang kota. Dari empat kota kasus yang diamati, hasilnya memperlihatkan kecenderungan yang sama diantaranya meliputi interaksi strategis antaraktor, yang didesakkan aktor negara, lebih utama dalam menjelaskan variasi insiden kekerasan daripada ciri dan perbedaan kelompok.