KONFEDERASI MANDAR (KAJIAN SEJARAH PERSEKUTUAN ANTAR KERAJAAN DI SULAWESI BARAT

Pengarang: 

MUHAMMAD AMIR, SAHAJUDDIN

Penerbit: 

DIAN ISTANA

Tahun Terbit: 

2011

Daerah/Wilayah: 
Sulawesi Barat
Rak: 

HIS - 907.2 (900-909)

ISSN/ISBN: 

978-602-9131-20-8

Jumlah Halaman: 
198

Konferensi Mandar terbentuk melalui Allamungan Batu di Luyo (Perjanjian Luyo), tidak hanya merupakan kesepakatan bersama antara kerajaan-kerajaan di Pitu Ulunna Salu dengan Pitu Babana Biananga dalam rangka mewujudukan ketentraman dan kesejahteraan di kawasan Mandar. Akan tetapi, perjanjian ini juga mengandung nilai persatuan dan kesatuan serta nilai toleransi dan persaudaraan diantara kedua belah pihak. Hal inilah yang mendasari hubungan antarkerajaan, baik dengan kerajaan-kerajaan di kawasan Mandar maupun dengan kerajaan-kerajaan di luar daerah Mandar, yang dilandasi oleh sikap persatuan dan kesatuan, serta sikap toleransi dan persaudaraan didalam menata kehidupan bersama di daerah itu. Sikap inilah pula yang mendasari sehingga lahir sejumlah ikrar atau perjanjian persahabatan antarkerajaan di kawasan ini. Perjanjian ini kemudian dikenang oleh masyarakat sebagai suatu konvensi dalam kehidupan dan hubungan antarkerajaan di kawasan ini yang memandang kerajaan-kerajaan lain sebagai bagian yang terpisahkan dari keberadaannya.