KOMUNITAS KAMPUNG PITU GUNUNG KIDUL

Pengarang: 

BAMBANG H. SUTA PURWANA, THERESIANA ANI LARASATI, AMBAR ADRIANTO

Penerbit: 

BPNB D.I YOGYAKARTA

Tahun Terbit: 

2019

Daerah/Wilayah: 
Daerah Istimewa Yogyakarta
Rak: 

MAD - 307.7 (300-309)

ISSN/ISBN: 

978-979-8971-98-3

Jumlah Halaman: 
129

Kampung Pitu dengan dikenal dengan ciri khas, pemukiman penduduk di puncak gunung api purba Nglanggeran, Patuk, Gunung Kidul yang mempertahankan tradisi leluhur dengan pembatasan jumlah kepala keluarga sebanyak tujuh orang. Ada kepercayaan, mitos, turun temurun bahwa Kampung Pitu atau Tlogo hanya boleh dihuni oleh tujuh keluarga, apabila pantangan ini dilanggar, maka akan ada kepala keluarga yang sakit, selalu bertengkar dalam rumah tangga atau sebab lain yang menyebabkan ia ingin pindah tempat, atau bahkan dapat mati. Kepala keluarga di Kampung Pitu pada saat ini sampai generasi ke lima apabila dihitung dari generasi pertama pendiri Kampung Pitu. Berbagai tradisi dan ritual keagamaan yang diwariskan secara turun temurun dari generasi pertama, pendiri Kampung Pitu, yang masih dilestarikan oleh warga Kampung Pitu. Mereka melestarikan nilai-nilai budaya dan keutuhan warga kampung Pitu melalui berbagai pelaksanaan berbagai ritual keagamaan dan memegang teguh wewaler atau pantangan yang bersumber dari mitos tentang awal mula pendiri Kampung Pitu membuka permukiman di puncak gunung api purba Nglanggeran. Solidaritas warga Kampung Pitu selalu dilestarikan melalui berbagai ritual keagamaan yang bersifat publik dan melibatkan seluruh warga Kampung Pitu. Berbagai ritual keagamaan orang Kampung Pitu  juga berperan meneguhkan kepercayaan bahwa Kampung Pitu hanya boleh dihuni oleh tujuh kepala keluarga.