KOMUNITAS ADAT USING DESA ALIYAN ROGOJAMPI BANYUWANGI JAWA TIMUR KAJIAN RITUAL KEBOAN

Pengarang: 

SALAMUN, SUMINTARSIH, Th. ESTI WURYANSARI

Penerbit: 

BPNB YOGYAKARTA

Tahun Terbit: 

2015

Daerah/Wilayah: 
Jawa Timur
Rak: 

UUA - 394.2 (390-399)

ISSN/ISBN: 

978-979-8971-55-6

Jumlah Halaman: 
147

Ritual keboan Aliyan adalah ritual yang berkaitan dengan pertanian. Sebagian besar prosesinya bersifat sakral. Dua unsur budaya yang ada di dalamnya yaitu ritual gelar sanga dan ritual di makam Buyut yang menjadi pepunden masyarakat Using Aliyan memunculkan ppro dan kontra, sehingga ritual keboan matisuri dari tahun 1990an-1998. Dari dulu sampai sekarang ada perbedaan tafsir terhadap dua prosesi ritual tersebut antara kelompok yang ingin prosesi ritual gelar sanga dan ritual di makam dipangkas, dan kelompok pendukung ritual adat keboan yang tetap bertahan. Tulisan mendeskripsikan terjadinya proses matisurinya ritual keboan Aliyan dan bagaimana fenomena ini dimaknai oleh masyarakat Using Aliyan. Terdapat gambaran bahwa oleh peristiwa tersebut warga masyarakat syok, merasa kehilangan, dan takut akan terjadi sesuatu. Warga masyarakat Using Aliyan meyakini pengaruh dari peristiwa itu hasil panen tidak bagus, banyak hama, dan warga banyak yang sakit. Warga masyarakat kemudian melakukan slametan secara individual yang bersifat sederhana untuk mengganti ritual keboan. Ketika ritual keboan dimunculkan lagi, wacana tentang pemangkasan dua unsur budaya dalam ritual keboan masih tetap berlangsung sampai saat ini. Dari hasil rekonstruksi pasca matisuri upacara keboan ada pemangkasan dalam prosesinya antara lain ritual gitikan, dan dimasukkannya doa secara Islam dalam prosesi ritual tersebut, serta penambahan-penambahan dalam ritual tersebut yang sifatnya profan.