KLAIM SUKU DAYAK TOMUN TERHADAP ASAL USUL MEREKA DI KABUPATEN LAMANDAU KALIMANTAN TENGAH

Pengarang: 

FATHUL FUTUH TAMAM, SITI ZULAICHAH, SYEDA ANDANAWARIH

Penerbit: 

BPNB PONTIANAK KEMENDIKBUD

Tahun Terbit: 

2014

Daerah/Wilayah: 
Kalimantan Tengah
Rak: 

KTE - 959.8 (950-959)

ISSN/ISBN: 

978-602-1228-87-6

Jumlah Halaman: 
92

Secara esensial sejarah umat manusia merupakan serangkaian peristiwa perjuangan dalam upayanya mempertahankan eksistensinya, sekaligus sebagai perjuangan untuk mewujudkan cita-citanya. Beraneka ragamnya versi tentang asal-usul suatu kelompok atau suku menjadikan corak baru dalam kehidupan berbangsa. Tetek tatum (sejarah lisan) yang beredar di kalangan masyarakat Dayak Tomun khususnya masyarakat Kudangan, mereka meyakini bahwa mereka berasal dari keturunan Datuk Perpatih Nan Sabatang yang berasal dari kerajaan Pagaruyung di Sumatera Barat sejak abad ke 14. Dayak Tomun adalah penanaman untuk sekelompok masyarakat Dayak yang mendiami daerah sekitar aliran sungai lamandau di KAbupaten Lamandau Kalimantan Tengah. Klaim masyarakat Kudangan tentanga asal usul mereka yang mengatakan bahwa mereka berasal dari keturunan bangsawan Pagarruyung didasarkan pada beberapa bukti tinggalan yangtersimpan di salah satu rumah adat yang ada di kelurahan Kudangan yang dimiliki dan didiami oleh salah seorang tokoh masyarakat Dayak Tomun. Bukti yang mendasari klaim masyarakat Kudangan (Dayak Tomun) adalah rumah adat mereka yang menyerupai rumah gadang dengan atap melengkung sebagai tanduk kerbau. Selain itu, ada lagi kebiasaan kaum laki-laki mengunyah daun sirih dan sebaliknya wanita mengisap rokok kelintingan buatan sendiri. Dalam kesehariannya, bahasa yang dipergunakan adalah bahasa yang disebut "Basa Dayak Tomun", namun dalek dan sebutan kata-katanya banyak kesamaan dengan bahasa daerah Minangkabau, yang selalu berakhir dengan huruf o dan Ik. Pada bidang kesenian, masyarakat Kudangan terdapat seni tari yang nama tariannya adalah tarian pagarruyung.