KISAH WAFATNYA NABI MUHAMMAD S.A.W (VERSI BAHASA MAKASSAR)

Pengarang: 

AMBO GANI

Penerbit: 

DEPARTEMEN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DIREKTORAT JE

Tahun Terbit: 

1990

Daerah/Wilayah: 
Sulawesi Selatan
Rak: 

1.5(200-29

KISAH WAFATNYA NABI MUHAMMAD S.A.W (VERSI BAHASA MAKASSAR)
Suku Makassar adalah salah satu suku diantara empat suku bangsa utama yang berdiam di Sulawesi Selatan. Suku Makassar telah berkenalan dengan agama Islam sejak awal abad XVII. Dalam catatan harian kerajaan kembar Goa-Tallo yang disebut Lontarak Bilang, disebutkan bahwa agama Islam secara resmi diterima oleh kerajaan kembar Goa-Tallo pada 22 September 1605 M, atua 9 Jumadilawal 10410 H. Setelah agama Islam dijadikan agama resmi pada kerajaan Goa-Tallo, diajaknyalah kerajaan-kerajaan Bugis yang ada di pedalaman Sulawesi Selatan untuk menerima kedatangan agama Islam. Di antara kerajaan Bugis itu ada yang rela menyambut ajakan kerajaan Goa-Tallo dan menerima agama Islam sebagai agama dalam kerajaannya. Tetapi ada pula kerajaan yang menolak ajakan kerajaan Goa-Tallo itu. Karena pembangkangannya sehingga raja Goa terpaksa bertindak keras dengan cara memerangi mereka. Akhirnya satu persatu para pembangkan ini dapat ditaklukan. Dikatakan bahwa Muhammad sangat berat meninggalkan dunia ini bukan karena cintanya pada sanak keluarganya, bukanpula karena cintanya harta bendanya, melainkan karena cintanya pada umatnya. Kemudian barulah beliau rela meninggalkan umatnyasetelah jelas baginya bahwa umatnya yang saleh akan mendapat tempat yang layakdi sisi Tuhan.