KISAH SI MOMOSAN DARI SIPIROK SERI I

Pengarang: 

DRA. KENCANA SEMBIRING PELAWI

Penerbit: 

DEPARTEMEN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN JAKARTA

Tahun Terbit: 

1999

Daerah/Wilayah: 
Sumatera Utara
Rak: 

1.6(000-09

KISAH SI MOMOSAN DARI SIPIROK SERI I

Naskah ini merupakan hasil karya lisan daerah Tapanuli, khususnya berasal dari daerah Batak Angkola dan Sipirok yang pada masa lampau masih merupakan cerita yang disampaikan dari mulut ke mulut dengan penuh variasi sesuai kehendak jiwa masyarakatnya pada masa itu. Dalam naskah cerita Si Momosan ini kita akan memperoleh gambaran masyarakat daerah Angkola dan Sipirok yang dinamis, haus akan kemajuan ilmu pengetahuan dan mempunyai cita-cita luhur, serta bersifat gotong royong. di samping itu naskah ini juga memuat tentang adat istiadat yang tidak dapat ditinggalkan begitu saja dan telah berakar dalam masyarakat. Gaya bahasa yang dipakai dalam naskah ini cukup menarik, mapan dan betul-betul mencerminkan keadaan gejolak jiwa penokohannya. Naskah ini menceritakan tentang seorang yang selalu patuh mengikuti nasehat-nasehat orang tuanya. Pada cerita pertama dikisahkan seorang ayah yang bernama si Tagor dan istrinya bernama Haida sedang menantikan kelahiran anak pertama. Pada hari yang indah, sewaktu bulan purnama lahirlah anak pertama mereka, seorang laki-laki dan di beri nama Si Momosan. Pemberian nama ini diadakan dengan mengikuti adat istiadat yang berlaku di daerah mereka. Cerita Si Momosan tidak terpisahkan dari hidup dan kehidupan masyarakat Batak Mandailing. Adapun sistem nilai sosial budaya yang tercermin dalam naskah cerita ini antara lain dapat dirumuskan menjadi : 1. Nilai Sosial yaitu nilai-nilai yang didapatkan dalam kehidupan sosial berkenaan dengan konsep dan hakekat tata aturan hidupbermasyarakat. 2. Nilai Pengetahuan dan Kepercayaan. 3. Nilai Seni dan Kesusastraan dimana antara seni dan sastra adalah bagian yang tidak terpisahkan karena kedua bidang karya tersebut mengandung rasa keindahan. 4. Nilai Religius adalah nilai budaya yang didapatkan khusus dalam suatu sistem kepercayaan, terutama berkenaan dengan sikap dan hakekat hidup masyarakatnya.