KHOMBOW  “LUKISAN KULIT KAYU MASYARAKAT SENTANI DI KAMPUNG ASEI DISTRIK SENTANI TIMUR KABUPATEN JAYAPURA PROVINSI PAPUA 

Pengarang: 

ENRICO Y. KONDOLOGIT DAN ISHAK STEVANUS PUHILI

Penerbit: 

BPNB JAYAPURA-PAPUA

Tahun Terbit: 

2015

Daerah/Wilayah: 
Papua
Rak: 

KES 751 (750-759)

ISSN/ISBN: 

978-602-356-068-4

Jumlah Halaman: 
143

Lukisan kulit kayu “Khombow” adalah hasil karya seni masyarakat Sentani yang telah ada sejak nenek moyang mereka yang dahulunya digunakan sebagai pakaian (Malo) oleh perempuan Sentani yang sudah menikah. Khombow memiliki nilai filosofi yang sangat tinggi buat masyarakat Sentani, karena pada masa lalu sebagai pakaian Khombow hanya digunakan 3 (tiga) kali dalam kehidupan mereka yaitu pada waktu lahir untuk membungkus bayi, pada waktu seorang perempuan menikah dan pada waktu seseorang meninggal Khombow digunakan untuk membungkus jenazah. Motif-motif yang di lukis pada sebuah kulit kayu Khombow memiliki arti dan makna yang bersifat sakral untuk orang Sentani, karena ada motif yang hanya khusus milik seorang Ondofolo, Khoselo dan perangkat adat lainnya seperti motif buaya dan yoniki. Berdasarkan hasil penelitian motif-motif yang dilukis di Khombow sejak dahulu terdapat kurang lebih 12 motif diantaranya motif matahari, ular, cicak, kadal, daun-daun, dll. Sedangkan dari fungsinya terdapat lukisan yang berhubungan dengan aspek religi dan mitologi seperti lukisan hu dan yoniki. Juga lukisan yang berhubungan dengan aspek sosial ekonomi. Cara pembuatan kulit kayu Khombow tidak berubah dari dahulu masih dikerjakan secara tradisi belum menggunakan mesin hanya peralatannya yang berubah sudah menggunakan peralaan modern. Saat ini lukisan kayu Khombow masih tetap dilestarikan oleh masyarakat Sentani khususnya yang berada di Kampung Asei Distrik Sentani Timur, walaupun fungsinya sudah berubah tidak lagi sebagai pakaian tetapi sudah dijadikan sebagai salah satu cinderamata khas Papua dari Sentani.