KESENIAN TRADISIONAL MELAYU JAMBI

Pengarang: 

NOVENDRA, DKK

Penerbit: 

BPSNT TANJUNGPINANG

Tahun Terbit: 

2010

Daerah/Wilayah: 
Jambi
Rak: 

9.1 (JP)

ISSN/ISBN: 

0853-2923

KESENIAN TRADISIONAL MELAYU JAMBI

 

Edisi ini memuat hasil penelitian sejarah dan budaya. Buku ini memuat beberapa judul sebagai berikut: 1) Pengobatan Tradisional Melayu di Karimun oleh Syahrial De Saputra. Pengobatan melayu mengenal 2 jenis penyakit: pertama penyakit alamiah dan yang kedua penyakit yang diakibatkan oleh gangguan makhluk halus (jin jahat). Pengobatan tradisional Melayu sangat mengenal tumbuh-tumbuhan. Dalam alam tumbuh-tumbuhan pengobatan Melayu dikenal nama malim Karimun; 2) Pengelolaan Sumber Daya Perikanan di Kabupaten Bintan oleh Evawarni. Untuk memanfaatkan hasil laut, masyarakat Kabupaten Bintan mempergunakan peralatan lengkap secara tradisional seperti pancing, jaring, tombak, kelong, bubu, bento, dll; 3) Kesenian Tradisional Melayu Jambi. Dibidang seni musik, bezanji. Dibidang seni tari, tari Zapin; 4) Pancung: Sarana Transportasi Utama Masyarakat Belakang Padang Batam oleh Zulkifli Harto. Boat pancung merupakan sarana transportasi utama yang digunakan untuk menyeberangi lautan yang membatasi daerah Belakang padang dan Batam serta pulau kecil lainnya; 5) Sejarah Pulau Benan Kecamatan Senayang Kabupaten Lingga oleh Anastasia Wiwik. Benan berasal dari kata ”Benaan” yang berarti bina. Sebagai bagian dari perjalanan Sejarah Melayu, Pulau Benan merupakan salah satu wilayah di bawah Kerajaan Johor-Riau; 6) Pengetahuan Tradisional Nelayan Melayu Karimun Tentang Kelautan. Nelayan Melayu di Kabupaten Karimun pada hakekatnya mempunyai pengetahuan terhadap lingkungan alamnya. Masyarakat melayu memandang alam sebagai bagian hidup mereka, sehingga tidak mengherankan bila kehidupan mereka sepenuhnya tergantung pada alam.