KESENIAN MELAYU "SINANDONG ASAHAN"

Pengarang: 

FARIANI

Penerbit: 

BPNB ACEH

Tahun Terbit: 

2018

Daerah/Wilayah: 
Sumatera Utara
Rak: 

SAS - 819 (810-819)

ISSN/ISBN: 

978-602-9457-77-3

Jumlah Halaman: 
16

Masyarakat Melayu identik dengan Islam, jadi segala sesuatunya akan berdasarkan pada ajaran dan nilai-nilai Islam. Begitu juga halnya dengan adat dan budaya, termasuk di dalamya kesenian masyarakat Melayu. Nuansa keislaman terkadang jelas di dalamnya, baik dalam syair, gerakan maupun alunan musik yang mengiringinya. Kesenian Melayu sering kali difungsikan untuk menyampaikan atau mengungkapkan perasaannya seperti rasa bahagia, sedih dan perasaan lainnyayang dilakukan dengan cara berirama, terdapat cengkokkan sehingga lebih enak untuk didengar. Sinandong dalam masyarakat Melayu adalah nyanyian yang berisikan tentang tradisional yang biasa digunakan dalam kehidupan masyarakat Melayu. Akan tetapi senandung yang selama ini lebih dikenal adalah kesenian senandung yang ada dalam masyarakat Melayu Asahan yang dikenal dengan sebutan Sinandong Asahan. Sinandong Asahan adalah tradisi lisan yang berupa syair atau nyanyian yang isinya menceritakan tentang perihal kehidupan masyarakat yang berisi tentang alam, lingkungan, pemikiran, dan kehalusan budi pekerti yang hidup dalam masyarakat yang tinggal di pinggir pantai, terutama pada masyarakat Melayu. Sinandong biasanya dilantunkan dalam bahasa lokal yang menarik untuk disimak. Kesenian ini sebagai tradisi lisan, menyimpan kearifan lokal, kecendikiawan tradisional, pesan moral, nilai sosial dan budaya. Adapun fungsi dari Sinandong Melayu setelah dicerna dari beberapa syair yang ada, diantaranya adalah sebagai media komunikasi, sebagai media dakwah, sebagai media hiburan, sebagai sumber ekonomi. Berdasarkan syair-syairnya, kesenian Melayu ini terbagi dalam beberapa jenis diantaranya sinandong memanggil angin, sinandong mengenang nasib, sinandong pengobatan, sinandong muda-mudi, sinandong anak. Syair-syair sinandong yang ada dalam masyarakat Melayu Asahan dan sekitarnya bisanya disenandungkan dalam kehidupan keseharian dan juga pada berbagai acara adat dan budaya yang berlaku dalam masyarakat yang bersangkutan, seperti pada acara pentas seni, penambalan nama anak, mengayunkan anak tidur, acara syukuran, sunatan, dan sebagainya.