KERAJINAN SONGKET PALEMBANG TINJAUAN SEJARAH DAN PROSPEK (1980-1997)

Pengarang: 

SITI ROHANAH, REFISRUL

Penerbit: 

BPSNT PADANG PRESS

Tahun Terbit: 

2009

Daerah/Wilayah: 
Sumatera Selatan
Rak: 

RKE - 746.1 (740-749)

ISSN/ISBN: 

978-979-9388-95-7

Jumlah Halaman: 
91

Songket merupakan suatu prinsip benang tambahan dengan menggunakan benang emas dan perak dengan cara menyukit atau menjungkit benang lungsi (vertical) sehingga membentuk suatu motif ataupun ragam hias yang telah direncanakan. Songket diperkirakan sudah ada sejak abad ke VII-VIII. Pengatahuan baru ini dibawa oleh pedagang Cina yang menguasai perdagangan di Asia Tenggara melalui Selat Malaka dan pelabuhan-pelabuhan di Pulau Sumatera. Salah satu yang diperdagangkan maupun dipertukarkan adalah tekstil dan bahan-bahan menenun. Sedangkan pada masa Kesultanan Palembang Darussalam, kain songket sangat populer karena songket merupakan pakaian Kesultanan. Songket merupakan home industri maka dalam proses pembuatannya, pengrajin masih menggunakan tangan serta alat yang sederhana dan dilakukan dalam lingkungan rumah tangga. Sebagai sektor tradisional yang berperan dalam pembangunan ekonomi, potensinya tampak dalam usahanya meningkatkan kesejahteraan tenaga kerja yang ada. Hal ini dapat dilihat dari jaminan yang diberikan baik berupa upah tetap yang diterima maupun jaminan sosial lainnya yang diberikan oleh pengusaha kerajinan, seperti bisa langsung tinggal, makan dan tidur di tempat. Selain itu juga, dengan kehadiran sektor tradisional ini merupakan juga suatu usaha dari sekelompok masyarakat untuk melestarikan warisan budaya.