KERAJINAN GERABAH DI SUMATERA BARAT HAMBATAN KULTURAL DAN STRUKTURAL  (KASUS DI DESA GALO GANDANG, KABUPATEN TANAH DATAR)

Pengarang: 

DRS. REFISRUL, DRA. ERNATIP, DRS. ALMAIZON

Penerbit: 

DEPARTEMEN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Tahun Terbit: 

2002

Daerah/Wilayah: 
Sumatera Barat
Rak: 

RKE - 738.3 (730-739)

ISSN/ISBN: 

979-9388-25-2

Jumlah Halaman: 
67

kerajinan gerabah merupakan salah satu jenis aktifitas manusia yang terbilang tua di Desa Galo Gandang, yang menjadi sumber mata pencaharian bagi sebagian masyarakatnya. Kerajinan ini hanya dilakukan oleh kaum wanita sejak dahulunya dan telah menjadi bagian dari identitas dan kebanggaan masyarakat setempat. Pada masa sekarang ini jumlah wanita yang bekerja sebagai pengrajin gerabah sudah jauh berkurang, diikuti oleh minimnya minat generasi muda terhadap pekerjaan membuat gerabah. Modernisasi dapat dikatakan merupakan faktor utama yang menyebabkan kerajinan gerabah mengalami masa surut khususnya dalam hal produktifitas dan regenerasi pembuatannya (pengrajin). Hambatan kultural dan struktural pada hakikatnya dimiliki atau dialami oleh setiap manusia dalam menjalankan aktifitasnya sehari-hari, baik di bidang ekonomi, sosial maupun budaya. Mengamati hambatan kultural dan struktural yang terjadi pada kerajinan gerabah di Desa Galo Gandang, memberikan pemahaman bahwa kerajinan gerabah sedang berada pada tahap yang kritis. Hal ini ditandai oleh kenyataan bahwa kerajinan gerabah di desa Galo Gandang pada masa sekarang ini kelihatannya memang mengalami pengurangan dalam hal jumlah pengrajin dan produktifitasnya. Artinya, keberadaan kerajinan gerabah di desa ini suatu waktu bisa hilang dari kehidupan masyarakat setempat apabila tidak ada usaha atau partisipasi dari pihak terkait untuk memelihara kesinambungannya demi peningkatan kehidupan ekonomi masyarakat.