KERAJAAN TRADISIONAL SULAWESI TENGGARA (KESULTANAN BUTON)

Pengarang: 

SUSANTO ZUHDI, G.A. OHORELLA, M. SAID D

Penerbit: 

DEPARTEMEN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN RI

Tahun Terbit: 

1996

Daerah/Wilayah: 
Sulawesi Tenggara
Rak: 

SUA - 959.8 (950-959)

ISSN/ISBN: 

-

Jumlah Halaman: 
144

Kesultanan Buton adalah satu dari kerajaan di nusantara yang paling awal berinteraksi dengan orang-orang Eropah. Kemunculan Kesultanan Buton itu sendiri sudah dapat dilacak sebelum kedatangan para pedagang atau musafir Eropah. Kesultanan Buton ditentukan oleh faktor-faktor internal dan eksternal. Faktor yang dimaksud adalah potensi dan kemampuan yang dimiliki oleh aspek geografis dan masyarakat, sedangkan faktor eksternal adalah dari luar yang disebut terdahulu. Kerangka itu digunakan untuk menjelaskan permasalahan seberapa jauh faktor integratif terwujud didalam perkembangan sejarah kesultanan Buton. Nilai-nilai keislaman merupakan sumber utama yang menggerakkan aktivitas kerajaan kedalam maupun keluar. Kesultanan Buton semakin berkembang kekuasaannya setelah Islam dijadikan dasar pemerintahannya. Rentang waktu antara abad XVII sampai dengan XVIII merupakan periode yang sangat dinamis yang memperlihatkan besarnya pengaruh eksternal maupun internal. Abad XIX bagi Kesultanan Buton merupakan perkembangan masuk dan merasuknya kekuasaan Belanda sehingga keberadaan kerajaan tradisional sudah semakin memudar. Peranan politiknya semakin ditentukan oleh pemerintah kolonial Belanda.