KEPERCAYAAN KOMUNITAS ADAT SUKU DAWAN PADA SIKLUS RITUS TANI LAHAN KERING DI KAMPUNG MASLETE, KECAMATAN KEFAMENANU KABUPATEN TIMOR TENGAH UTARA NUSA TENGGARA TIMUR

Pengarang: 

SITI MARIA, JULIANUS LIMBENG, AHMAD SUNARTO

 

Penerbit: 

DEPARTEMEN KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA

Tahun Terbit: 

2006

Daerah/Wilayah: 
Nusa Tenggara Timur
Rak: 

MAD - 307.77 (300-309)

ISSN/ISBN: 

978-979-16071-3-1

Jumlah Halaman: 
124

Suku Dawan merupakan suku mayoritas yang tinggal di Kabupaten Timor Tengah Utara. Meskipun Suku Dawan dianggap sebagai satu suku bangsa, namun lebih kurang ada 18 suku yang besar yang tergabung ke dalam komunitas adat tersebut. Hal ini karena komunitas adat "Bikomi Maslete" meliputi beberapa wilayah suku pendukung dari kepercayaan uis neno. Kegiatan ritus agama pada suku Dawan yang berkaitan dengan lahan tanah kering merupakan suatu tradisi, yang dalam penyelenggarannya dilakukan setiap tahun. Upacara pertanian pada lahan kering ini dimulai dari mulai persiapan lahan, penyediaan bibit sampai panen bahkan memasukkan ke lumbung dan upacara syukuran atas keberhasilan panen. Adapun upacara syukuran biasanya diadakan tahun berikutnya setelah panen, biasanya di sekitar bulan Januari. Siklus seperti ini terjadi setiap tahun, dan setelah lima tahun maka akan diadakan upacara yang lebih besar lagi dengan mengeluarkan benda keramat dari tola. Tama Maus adalah upacara besar tahunan untuk memberikan persembahan kepada sang pencipta, uis neno. Setelah upacara selesai setiap yang datang kembali ke desa asalnya. Mereka biasanya rela menunggu berhari-hari untuk mendapatkan sio maniken.