KEPEMIMPINAN TRADISIONAL PADA MASYARAKAT DAYAK NGAJU PROVINSI KALIMANTAN TENGAH

Pengarang: 

POLTAK JOHANSEN, DKK

Penerbit: 

BPNB PONTIANAK

Tahun Terbit: 

2012

Daerah/Wilayah: 
Kalimantan Tengah
Rak: 

3.5(300-31

ISSN/ISBN: 

978-602-7942-13-4

KEPEMIMPINAN TRADISIONAL PADA MASYARAKAT DAYAK NGAJU PROVINSI KALIMANTAN TENGAH

 

 

Peran pemimpin tradisional yang dikembangkan khususnya pada masyarakat adat Dayak Ngaju adalah Damang, Mantir, dan Pisur/Basir. Pemimpin tradisional masyarakat adat Dayak Ngaju, bukan lagi bertindak sendiri melainkan lebih sebagai fasilitator yang mampu menggerakkan warganya guna mencapai tujuan bersama dalam kehidupan sosial masyarakat. Pemimpin adat adalah seorang yang bertanggung jawab terhadap kekuasaan wilayah adat dan melindungi hak-hak adat komunitasnya. Keamanan dan kesejahteraan merupakan tanggung jawab seorang pemimpin tradisional (Damang, Mantir Adat dan Pisur/Basir). Untuk menjadi pemimpin tradisional yang berjaya, sebaiknya diperlukan suatu sifat atau seni dan jiwa kepemimpinan yang secara garis besar dapat digaris bawahi, misalnya tentang filosofi hidup masyarakat adat Dayak Ngaju, di desa Sigi yang antara lain Bulat Atei, Handep Hapakat, Imbing lenge’, Rohoi Rahayu.