KEMATIAN D.N. AIDIT DAN KEHANCURAN PKI

Pengarang: 

PETER KASENDA

Penerbit: 

KOMUNITAS BAMBU

Tahun Terbit: 

2016

Daerah/Wilayah: 
Daerah Khusus Ibukota Jakarta
Rak: 

BSL - 920.71 (920-929)

ISSN/ISBN: 

978-979-9620-10-4

Jumlah Halaman: 
230

Peranan Aidit sebagai tokoh sentral dalam sejarah PKI menajdi demikian jelas jika dilihat, sejauh mana pengaruhnya terhadap berbagai aspek baik dalam praktek, maupun dalam ideologi PKI. Ia muncul sebagai seorang yang paling bertanggungjawab dalam mengarahkan penerapan ideologi Marxisme-Leninisme dalam konteks kehidupan di Indonesia. ia juga bertanggungjawab atas berbagai tindakan yang ditempuh oleh PKI. Aidit merupakan sosok yang membawa pertumbuhan di tubuh PKI menjadi pesat. Di tangannya, PKI melejit tinggi seperti elang dari reruntuhan kekuatan kaum kiri yang hancur berantakan pasca Peristiwa Madiun 1948. Bahkan, Aidit mampu membawa partai komunis ini menjadi Partai besar di kancah politik internasional. Gejolak politik 1965 membuat situasi berbalik. Kegelisahan para pemimpin PKI mulai merongrong nyali politiknya. Aidit membuat keputusan gegabah dengan meringsek naik sebagai penyelamat dalam gejolak politik, dengan atau tanpa dukungan Sukarno. Namun, langkahnya gagal merangkul simpati kekuatatan demokratik. Strategi Aidit malah melumat habis partai komunis besar ini. Anggota dan simpatisan PKI kala itu teraniaya dan terbunuh tanpa mampu memperjuangkan hak-haknya di hadapan hukum. Aidit adalah sebuah epilog yang tragis. Pada tanggal 23 November 1965, Aidit di eksekusi mati dan terkubur bersamanya.