KELEDIK ALAT MUSIK TRADISIONAL DARI KABUPATEN SINTANG

Pengarang: 

HARRYMAN IDRAM, HERRY SYAMSUDDIN, WASBORN H. SINAGA

Penerbit: 

MUSEUM NEGERI KALIMANTAN BARAT

Tahun Terbit: 

2001

Daerah/Wilayah: 
Kalimantan Barat
Rak: 

RKE - 788

ISSN/ISBN: 

-

Jumlah Halaman: 
19

Keberadaan alat musik tradisional keledik yang merupakan jenis alat musik tiup. Keledik ini bahannya terdiri dari rangkaian bambu kecil beruas panjang sebanyak enam buah dan pada bagian pangkalnya ditutup dengan bambu labu ukuran kecil bertangkai panjang sebagai alat tiup. Keledik ini banyak dijumpai di Kabupaten Sintang, terutama di daerah pedalaman Sungai Melawi dan di daerah pedalaman Sekadau Kecamatan Nanga Taman Kabupaten Sanggau yang biasa disebut seredam. Bahan yang digunakan untuk proses pembuatan alat musik keledik terdiri dari bambu kecil beruas panjang (temiang) ukuran panjang 50-120 M sebanyak 6 batang, bambu labu yang dibentuk selama 6 bulan mulai sejak tumbuh buah muda hingga buah menjadi tua dan tangkai labu menjadi panjang kecil melengkung, dan perekat/lem getah kelulut (sejenis serangga). Dan adapun alat yang digunakan yaitu pisau bermata kecil pendek berhulu panjang (seraut), besi kecil panjang berujung lancip (simal), api pelita. Fungsi musik keledik ini berfungsi selain sebagai media komunikasi antar individu maupun kelompok dalama masyarakat, juga sebagai ilustrasi tradisi seni tutur (berduda, kana) ketika ada pesta atau upacara ritual tertentu dalam kehidupan masyarakat Dayak.