KEJUNG BANGKALAN MADURA

Pengarang: 

MUDJIJONO, SUYAMI

Penerbit: 

BPNB D.I YOGYAKARTA

Tahun Terbit: 

2019

Daerah/Wilayah: 
Jawa Timur
Rak: 

RKE - 781.6 (780-789)

ISSN/ISBN: 

978-623-7654-00-1

Jumlah Halaman: 
91

Kejung merupakan tembang khs Madura.  Para pengkejung sekarang hanya beberapa yang masih bagus menampilkan tetembangan dalam acara sandur. Ketertarikan masyarakat terhadap kesenian sandur, khususnya kejung kurang banyak. Banyak yang beranggapan ngejung cara Bangkalan mempunyai tingkat kesulitan yang tinggi, terutama sekali ngelik-nya. Kejung tersebut terdapat di keempat kabupaten di wilayah Pulau Madura, baik di Kabupaten Sumenep, Pamekasan, Sampang, maupun di Bangkalan. Diantara keempat wilayah tersebut, kejung Bangkalan memiliki kekhsan tersendiri, baik dari pelantunnya maupun dari segi teknik pelantunannya. Ngejung adalah sebuah seni melantunkan/menembangkan teks-teks papareghan (parikan = Jawa; pamtun = Melayu) atau bangsalan (wangsalan = Jawa) dengan diiringi gending tertentu. Seni ngejung biasanya dilakukan dalam pentas seni panggung, seperti halnya dalam pentas kesenian sandur, ajing (semacam ludruk), tayuban serta saronen. Sebagai jenis kesenian yang unik dan khas, kesenian kejungan layak dibanggakan sebagai peninggalan budaya leluhur yang perlu dilestarikan. Sampai pada saat ini di Bangkalan belum pernah ada upaya regenerasi kejung. Ini dikarenakan tidak ada generasi muda yang mengenal dan bisa ngejung.