KEHIDUPAN MASYARAKAT NELAYAN DI MUNCAR (KABUPATEN BANYUWANGI PROPINSI JAWA TIMUR)

Pengarang: 

DRA. LINDYASTUTY SETIAWATI

Penerbit: 

DEPARTEMEN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DIREKTORAT JE

Tahun Terbit: 

1991

Daerah/Wilayah: 
Jawa Timur
Rak: 

3.4(300-31

KEHIDUPAN MASYARAKAT NELAYAN DI MUNCAR (KABUPATEN BANYUWANGI PROPINSI JAWA TIMUR)

Perairan Selata Bali yang juga melingkupi perairan Muncar merupakan ladang ikan bagi para nelayan. Kesibukan di pantai Muncar, khususnya di pelabuhan ikan tampak pada saat keberangkatan melaut. Penduduk Dusun Muncar yang menggeluti pekerjaan sebagai blatik ikan makin bertambah jumlahnya selama musim ikan. Masyarakat nelayan Desa Muncar ingin meningkatkan taraf hidupnya. Hal ini terungkap dari ketidakpuasan hasil tangkapan, yang dominan yaitu ikan lemuru. Di samping keinginan untuk meningkatkan diri sebagai nelayan, masyarakat Muncar yang mayoritas suku Madura masih berpedoman pada kebiasaan leluhurnya. Upacara petik laut tetap diselenggarakan setiap tahun walau memerlukan dana cukup besar. Bahkan upacara ini sudah dimasukkan sebagai salah satu obyek di bidang kepariwisataan di Propinsi Jawa Timur. Kondisi Muncar yang makin meningkat produk ikan setiap tahun, tidak menutup kemungkinan untuk berkembang sebagai kota pelabuhan ikan. Semua itu berawal dari kondisi dusun pantai, yang dalam perkembangannya akan meningkat menjadi kota pantai, khususnya kota pelabuhan.