KEBUDAYAAN SUNGAI PADA KOMUNITAS DAYAK POMPAKNG

Pengarang: 

POLTAK JOHANSEN, DONATIANUS BSEP, ALBERTUS

Penerbit: 

2017

Tahun Terbit: 

2017

Daerah/Wilayah: 
Kalimantan Barat
Rak: 

MKE - 304.2 (300-309)

ISSN/ISBN: 

978-602-356-163-6

Jumlah Halaman: 
130

Permukiman komunitas Dayak Pompakng di bantaran Sungai Kapuas mengakibatkan berkembangnya budaya yang terkait dengan sungai untuk mempertahankan eksistensi mereka. Sungai yang sejak awal mula merupakan sesuatu yang ditakuti oleh kelompok Dayak Bidayuh, selalu dihubung-kaitkan dengan sesuatu yang mistik dan menakutkan karena dahsyatnya unsur alam ini, namun seiring dengan adanya permukiman Dayak Pompakng di tepian sungai Kapuas, sifat mistik dan menakutkan dari sungai tadi bertransformasi menjadi nilai-nilai budaya untuk mengatur kehidupan sosial budaya komunitasnya. Di era kontemporer, komunitas Dayak Pompakng mengalami perubahan dari berbagai apek, seperti sosial budaya, ekonomi dan politik. Ada beberapa hal yang nampak dari gejala kontemporer tersebut, yaitu masuknya pendidikan dan agama Katolik yang berakar kuat pada komunitas Dayak Pompakng. Selain itu, teknologi informasi dan sistem ekonomi serta politik telah merubah cara pandang komunitas terhadap dirinya dan alam sekitarnya. Fungsi sungai sebagai pelindung dan pembersih yang memberikan masukan untuk konsep pembangunan fisik di bantaran sungai seharusnya mengedepankan fungsi sungai sebagai sumber budaya dan adat istiadat komunitas. Diharapkan penataan permukiman di tepi sungai dan aspek budaya untuk mempertahankan kondisi sungai pada Dayak Pompakng di Kabupaten Sanggau menjadi pengikat kehidupan sungai dan kekhasan kehidupan sungai teridentifikasi dan layak untuk dipertahankan.