KEBUDAYAAN SUKU BANGSA ENGGANO DI BENGKULU

Pengarang: 

ROIS LEONARD ARIOS, S.Sos

Penerbit: 

BKSNT PADANG

Tahun Terbit: 

2004

Daerah/Wilayah: 
Bengkulu
Rak: 

3.4(300-31

ISSN/ISBN: 

979-9388-38-4

KEBUDAYAAN SUKU BANGSA ENGGANO DI BENGKULU

Pada masa lalu sebelum abad ke-19 perkampungan Orang Enggano umumnya didirikan mengelompok di daerah perbukitan di pedalaman. Pada masa lalu, letak rumah tradisional Enggano berbentuk perkampungan dengan dua bentuk rumah yaitu rumah bulat untuk kepala suku dan rumah persegi. Pada Orang Enggano kelompok kekerabatan terkecil adalah keluarga batih terdiri dari suami istri dan anak yang belum menikah. Suku pada Orang Enggano ada lima kelompok untuk dapat menjalankan adat Enggano secara utuh. Menurut adat istiadat Orang Enggano bahwa perjodohan yang ideal adalah antara anak laki-laki dengan anak perempuan saudara laki-laki ibunya. Sedangkan pembatasan jodoh tidak boleh terjadinya perkawinan dalam satu suku. Upacara daur hidup meliputi upacara kelahiran, upacara kematian. Di bidang kesenian Orang Enggano tidak mengenal alat musik dalam arti yang sesungguhnya.