KEBUDAYAAN MASYARAKAT SUNDA DI KABUPATEN LEBAK JAWA BARAT

Pengarang: 

TOTO SUCIPTO, NANDANG RUSNANDAR, AGUS HERYANA, RIA ANDAYANI SOMANTRI, ANI ROSTIYATI, YANTI NISFIYANTI

Penerbit: 

PROYEK P2NB JAWA BARAT

Tahun Terbit: 

2000

Daerah/Wilayah: 
Jawa Barat
Rak: 

MAT - 307.77 (300-309)

ISSN/ISBN: 

-

Jumlah Halaman: 
185

Lebak, bersama dengan tiga daerah lainnya, yaitu Serang, Pandeglang dan Tangerang, terkenal dengan sebutan Banten. Dalam kehidupan masyarakat Banten, ilmu bela diri silat tak ubahnya pepatah "gula dengan rasa manisnya". Pencak silat merupakan salah satu budaya masyarakat Banten dan sekaligus merupakan upaya untuk mempertahankan keberadaannya. Selain pencak silat, jenis kesenian lain yang populer dan sangat kental dengan ilmu kekebalan adalah debus. Ciri khas masyarakat Banten sebenarnya bukan hanya dalam kesenian. Walaupun berada dalam wilayah yang sama yaitu di Jawa barat, masyarakat Sunda di Banten memiliki ciri khas, baik budaya maupun bahasanya. Unsur-unsur dari suatu kebudayaan tidak dapat dimasukkan kedalam kebudayaan lain tanpa mengakibatkan sejumlah perubahan pada kebudayaan itu, kita harus mengingat bahwa kebudayaan tidaklah bersifat statis, ia selalu berubah. Keanekaragaman budaya tersebut di satu pihak menjadi kebanggaan, tetapi di lain pihak bisa menimbulkan masalah. Terutama apabila dikaitkan dengan usaha-usaha pembangunan, akan sukar sekali mencapai pemerataan di segala bidang secara menyeluruh karena perbedaan persepsi.