KEBUDAYAAN MASYARAKAT PASER DI KABUPATEN PASIR PROPINSI KALIMANTAN TIMUR

Pengarang: 

Drs. BAMBANG H. SUTA PURWANA

Penerbit: 

DEPARTEMEN KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA BKSNT PTK

Tahun Terbit: 

2006

Daerah/Wilayah: 
Kalimantan Timur
Rak: 

L1.3(UMUM)

KEBUDAYAAN MASYARAKAT PASER DI KABUPATEN PASIR PROPINSI KALIMANTAN TIMUR
Kabupaten Pasir merupakan wilayah Propinsi Kalimantan Timur yang terletak paling Selatan, yang sebagian orang berpendapat bahwa masyarakat Paser berbeda dengan masyarakat Dayak yang tinggal di wilayah Kalimantan Timur lainnya karena nenek moyang orang Paser adalah perkawinan silang atau campuran dari orang-orang yang berlatar etnis yang beragam yakni percampuran antar Dayak, Bugis, Banjar, Melayu, Jawa dan Arab. Mayoritas penduduk Kabupaten Paser bekerja sebagai petani peladang dan petani sawah, sedangkan secara umum masyarakat Paser dikenal sebagai pemeluk agama Islam yang taat. Namun sistem kepercayaan tradisional warisan nenek moyang orang Pasir seperti pengobatan penyakit dengan meminta jasa mulung (dukun) belian masih banyak dilakukan terutama di daerah pedesaan. Masyarakat Paser sering disebut sebagai masyarakat adat Paser karena memiliki hukum adat yang masih dipegang teguh oleh warga masyarakat di pedesaan. Hukum adat yang mengatur masalah pemilikan dan pengusaan tanah tetap menjadi kerangka berpikir dan bertindak warga masyarakat Paserdalam hal pengelolaan sumber daya alam berupa tanah dan hutan.