KEBUDAYAAN INDIS DARI ZAMAN KOMPENI SAMPAI REVOLUSI

Pengarang: 

DJOKO SOEKIMAN

Penerbit: 

KOMUNITAS BAMBU

Tahun Terbit: 

2014

Daerah/Wilayah: 
Daerah Khusus Ibukota Jakarta
Rak: 

SKE - 900 (900-909)

ISSN/ISBN: 

978-602-9402-46-9

Jumlah Halaman: 
263

Kehadiran berbagai bangsa di Kepulauan Nusantara memperkaya kebudayaan Nusantara memperkaya kebudayaan Indonesia. Kehadiran bangsa Eropa, khususnya Belanda yang kemudian menjadi penguasa, menimbulkan kebudayaan campuran yang disebut kebudayaan Indis. Kebudayaan Indis merupakan hasil perpaduan dua kebudayaan, yaitu Indonesia dan Eropa. Kebudayaan campuran ini mencakup ketujuh aspek unsur universal budaya bangsa, seperti yang dimiliki oleh semua bangsa di dunia. Dengan demikian, kebudayaan Indis adalah kebudayaan yang merupakan kepanjangan kebudayaan Indonesia, terdiri dari kebudayaan Prasejarah, kebudayaan Hindu-Budha dan kebudayaan Islam di Indonesia. Kebudayaan Indis di Indonesia berakhir sesudah balatentara Jepang mengalahkan penguasa Hindia Belanda pada 1942. Istilah kebudayaan Indis patut digunakan untuk menandai kebudayaan Indonesia modern yang meliputi rentang waktu sejak kehadiran orang Belanda sampai dengan medio abad ke 20, bersamaan dengan runtuhnya Hindia Belanda tahun 1942. Kebudayaan Indis ada yang secara positif berperan penting dalam perkembangan kebudayaan Indonesia modern, yaitu sistem pendidikan dan seni (seperti seni drama, seni musik), kebiasaan menghargai waktu, serta kemajuan berbagai bidang teknologi dan ilmu pengetahuan.