KEARSITEKTURAN CANDI BOROBUDUR

Pengarang: 

DIAN EKA PUSPITASARI, HARI SETYAWAN, WINDA DIAH PUSPITA RINI

Penerbit: 

BALAI KONSERVASI PENINGGALAN BOROBUDUR

Tahun Terbit: 

2010

Daerah/Wilayah: 
Daerah Istimewa Yogyakarta
Rak: 

ART - 726.1 (720-729)

ISSN/ISBN: 

-

Jumlah Halaman: 
54

Candi Borobudur merupakan hasil karya arsitektur dari peradaban Hindu/ Budha periode Jawa Tengah abad IX – X. Keotentikan karya arsitektur asli masyarakat Jawa Kuna dapat dijumpai pada bentuk fisik candi dan konsep-konsep yang menjadi latar belakang pendiriannya. Seni bangun atau kearsitekturan Candi Borobudur adalah sisi otentik yang membedakan candi ini dengan candi lain. Dari denahnya Candi Borobudur adalah perpaduan antara denah persegi dan lingkaran dengan stupa induk pada pusatnya. Bentuk denah ini adalah representasi dari konsep agama Buddha yang menggambarkan perjalanan manusia untuk menuju nirwana. Dari segi kekuatan, keletakan candid an blok-blok batu penyusun struktur Candi Borobudur adalah bukti dari penguasaan teknologi menyangkut kekuatan dan daya tahan bangunan. Seni pahat pada abad IX – X M dapat dikatakan berada pada puncaknya. Hal ini dibuktikan dengan pahatan arca yang halus dan proporsional pada Candi Borobudur. Sementara itu relief pada candi, baik relief simbolis dan naturalis juga dipahatkan dengan halus dan rapi. Naskah keagamaan bernafaskan ajaran Buddha ditransformasikan ke dalam bentuk pahatan yang diilhami pencitraan manusia terhadap alam Jawa Kuna pada masa tersebut. Sehingga dapat dikatakan bahwa komponen adegan cerita baik yang berupa makhluk hidup atau benda mati adalah komponen-komponen yang dijumpai pada alam Jawa Kuna abad IX – X M. Selain itu dari segi posisi dan penempatan arah candi juga merupakan hal yang sangat diperhatikan oleh masyarakat Jawa Kuna abad IX – X.