KEARIFAN TRADISIONAL MASYARAKAT NELAYAN SAWERU YANG BERKAITAN DENGAN PEMELIHARAAN LINGKUNGAN ALAM DI KAMPUNG SAWERU

Pengarang: 

ANDI T. SAWAKI DAN PETER M. APITULEY

Penerbit: 

PBNB JAYAPURA-PAPUA

Tahun Terbit: 

2015

Daerah/Wilayah: 
Papua
Rak: 

KEA - 304.2 (300-309)

ISSN/ISBN: 

978-602-356-060-8

Jumlah Halaman: 
132

Masyarakat Saweru di Kabupaten Yapen yang pada umumnya bermatapencaharian hidup sebagai nelayan sangat akrab dengan lingkungan alamnya yang berupa laut dan sungai. Dari dahulu secara turun temurun selalu bergantung pada hasil laut dan sungai yang mengairi wilayah tempat tinggalnya. Budaya masyarakat yang tidak proaktif mengambil sumber daya alam menjadi salah satu faktor yang dapat melestarikan lingkungan alam. Adanya ketentuan adat untuk melindungi daerah-daerah yang menjadi sumber kehidupan mereka merupakan upaya memperbaiki lingkungan. Perlindungan terhadap tempat pennagkapan ikan, hutan perladangan, serta beberapa jenis pohon kayu yang memberikan hasilnya merupakan suatu ketentuan adat yang harus dipatuhi oleh seluruh warga masyarakat. Perilaku yang merusak lingkungan alam di Saweru tidak hanya terhadap lingkungan laut (punahnya jenis tertentu dari binatang laut) namun juga terjadi pada hutan sekitar pemukiman penduduk. Pengamanan yang dilakukan oleh anggota masyarakat terhadap lingkungan alamnya disesuaikan dengan pengetahuan yang dimiliki dari orang tua dan generasi sebelum orang tua (nenek moyang). Upaya yang dilakukan ini dimaksudkan untuk menjaga kelestarian lingkungan alam agar senantiasa dapat dijadikan sumber penghidupan. Perbaikan sumber daya alam sangat tergantung dari pada pengetahuan, sikap dan perilaku anggota masyarakat terhadap lingkungan alam. Upaya mereka memperlakukan lingkungannya dengan sebaik-baiknya merupakna langkah-langkah maju dalam pelestarian dan perbaikan lingkungan alam.