KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT MANDAILING DALAM TATA KELOLA SUMBER DAYA ALAM DAN LINGKUNGAN SOSIAL

Pengarang: 

ZULKIFLI LUBIS, DKK

Penerbit: 

BPNB BANDA ACEH

Tahun Terbit: 

2012

Daerah/Wilayah: 
Sumatera Utara
Rak: 

3.1(300-31

ISSN/ISBN: 

978-602-9457-23-0

KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT MANDAILING DALAM TATA KELOLA SUMBER DAYA ALAM DAN LINGKUNGAN SOSIAL

Kasus pengelolaan lubuk larangan dan bondar godang (saluran irigasi) di desa Singengu Jae dan Singengu Julu serta pengelolaan aset tanah wakaf di desa Sibanggor Julu dan Hutanamale yang diuraikan dibawah ini merupakan contoh praktik kearifan lokal yang masih hidup di kalangan masyarakat Mandailing di Kabupaten Mandailing Natal. Demikian juga contoh pengelolaan irigasi dan aset tanah wakaf, meskipun sudah jelas hasil bentukan manusia, namun tidak semua irigasi dapat dikelola dengan suatu mekanisme kultural yang ajeg. Dalam kasus ini, pengelolaan aset tanah wakaf berbentuk sawah maupun kebun, serta saluran irigasi tradisional, tidak hanya telah mengubah alam sejatinya menjadi alam kedua, melainkan juga telah berubah menjadi alam kedua yang memiliki karakter kearifan.