KEARIFAN LOKAL DAN UPAYA PELESTARIANNYA

Pengarang: 

SENO, DKK

Penerbit: 

BPNB PADANG

Tahun Terbit: 

2013

Daerah/Wilayah: 
Bengkulu
Rak: 

3.1(300-31

ISSN/ISBN: 

978-602-8742-64-1

KEARIFAN LOKAL DAN UPAYA PELESTARIANNYA

Buku ini merupakan telaahan berkenaan dengan kearifan lokal, yang dikenal juga dengan sebutan local genius. Pada masing-masing lokalitas diidentifikasi kearifan lokal melalui berbagai pendekatan, seperti sosiologi, antropologi, dan sejarah. Dinamika praktek kearifan lokal yang dulu pernah dibanggakan dan rujukan sosial, kembali digali dan ditampilkan kepermukaan. Hasil penelitian Seno misalnya, menggambarkan dinamika dalam sistem pengetahuan masyarakat Enggano dalam memandang dan menyikapi lingkungan alam, hewan dan tumbuh-tumbuhan. Di dalam bagian lain, Undri menemukan cara khas lokalitas masyarakat pedesaan Bengkulu dalam menjaga keharmonisan sosial dan tertib sosial. Kearifan dalam solidaritas sosial dan kemauan berbagi dalam kebersamaan diteliti oleh Hariadi. Ia menampilkan kearifan lokal berupa perpaduan dari cara-cara baik yang mengandung nilai-nilai islami dan tradisi yang berlangsung dalam kehidupan masyarakat Bengkulu. Persoalan komodifikasi produk budaya dan sejarah dalam menunjang program pemerintah untuk mengembangkan pariwisata di Provinsi Bengkulu digambarkan oleh Ajisman. Dewasa ini penyelenggaraan tabot di Bengkulu mulai dari persiapan, alat-alat yang digunakan sampai pada pelaksanaan ritualnya telah menjadi komoditas pariwisata di Provinsi Bengkulu. Dengan demikian, terjadinya komodifikasi ritual tabot jelas bermaksud menjualnya kepada masyarakat sebagai konsumen oleh pihak penyelenggara tabot atau kelompok-kelompok (keluarga) tabot di Bengkulu. Kiranya hal inilah yang tergambar dalam karangan Silvia Devi ketiga menjelaskan pola pembagian kerja dalam tradisi tabot di Provinsi Bengkulu. Didalam bagian akhir, Efrianto menyoroti tentang keberlangsungan tradisi kaba (kabar) yang dikenal oleh masyarakat Mandahiling dengan tradisi bakobar.