KATALOG PERALATAN PERTANIAN TRADISIONAL DAERAH SUMATERA UTARA

Pengarang: 

DRS. HASANUDDIN

Penerbit: 

DEPARTEMEN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DIREKTORAT JE

Tahun Terbit: 

1996/

Daerah/Wilayah: 
Sumatera Utara
Rak: 

000-091 (K

Masyarakat wilayah Sumatera Utara, seperti juga masyarakat lainnya yang ada di nusantara hidup dari bermata pencaharian pertanian dan umumnya bertempat tinggal di pedesaan dengan sistem tradisional pula. Mereka memiliki warisan budaya dari generasi sebelumnya yang diwariskan secara turun temurun. Salah satu warisan budaya tersebut hingga sekarang masih terpelihara dengan baik, yaitu pembuatan dan penggunaan alat-alat tradisional dalam bidang pertanian (mengolah tanah) untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Pertanian tradisional daerah Sumatera Utara terdiri dari dua jenis yaitu pertanian ladang dan sawah. Ladang pada umumnya berada di sekitar lereng gunung, perbukitan, agak jauh dari aliran sungai. Pada awalnya ladang dibuka secara berpindah-pindah dengan sistem bergotong royong, setelah ditanami dan dipanen sekali, para peladang mencari lokasi baru dengan tujuan untuk membuka ladang yang baru. Tradisi ini sudah berkurang dan bahkan sudahjarang dijumpai karena masuknya beberapa pengaruh teknologi, sehingga ladang dapat ditanami berulang-ulang tanpa mencari tempat lain. Dari sistem pertanian yang berlaku di Sumatera Utara jika dilihat dari tahap-tahap pekerjaan maka dapat dibagi menjadi beberapa tahapan seperti tahap mengolah tanah, pembibitan, penanaman, pemeliharaan dan panenan sampai pendistribusian hasil. Alat-alat mengolah tanah antara lain cangkul, cuan, Assuan, beliung, parang, babat, tenggala, rogo, auga, sisir, engkal dan lain-lain. Alat pembibitan, penanaman, panen serta distribusi meliputi tugal, parlibeng, kuku kambing, patuk, kiskis, sabit, alu, bakul, lesung, ampang, tampi, kisa, tori-tori, niru E'u, aloso, suke dan lain-lain.