KALIMUSADA PUTUS

Pengarang: 

IDA BAGUS PUJA ERAWAN,SH, dkk

Penerbit: 

DINAS KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA

Tahun Terbit: 

2007

Daerah/Wilayah: 
Bali
Rak: 

1.4.1 (000

ISSN/ISBN: 

-

KALIMAHUSADA PUTUS
Disebutkan bahwa bagi seseorang yang berkeinginan, dapat menerapkan "Kalimosada Putus" agar mengenal suara hati dimana lidah itu menyatu dengan Ongkara Sumungsang. Setelah itu agar dapat memahami keadaan badan/tubuh si penderita, beberapa jenis penyakit yang ada pada badannya. Selanjutnya disebutkan bagi dukun yang menggunakan (bali: ane nganggon) Pustaka Kalimosadha, agar dapat membiasakan aksara-aksara yang terdapat didalamnya. Bagi seorang dukun yang kedatangan tamu yang meminta pertolongan dan setelah melihat bawaannya, maka si dukun mengambil air yang ada didalam Sibuh Cemeng dimana air tersebut didapatkan dengan menimba tanpa mengeluarkan tenaga. Didalam membawa Sibuh Cemeng itu dengan jalan Menampa sambil memandang airnya tanpa menegeluarkan tenaga. Disebutkan pula orang yang ditimpa penyakit lesu walau penyakitnya berada didalam, maka pada saat menjelang tidur terdengar ototnya mengeluarkan suara Makrepet, keluar minyak pada bulu matanya serta kakinya terasa dihembus asap, maka itu merupakan tanda orang akan mati sebulan lagi. Selanutnya menyebutkan tentang Budha Kecapi yang merupakan isinya Pustaka Kalimosadha Cemeng, membuat bahaya orang yang menerapkan dimana pada saat kematiannya serasa Mememngkeng Ningkang dan Metangkeb dan rohnya hanya satu hari berada di surga. Dibagian lainnya disebutkan tentang isinya Pustaka Kalimusadha Putus yang disebut/dinamakan juga tunjung Mas Ganda Kususmajati yang isinya Ser;Kip; Mi; Tra; Ga; Nda; Ta; Na; Lum; Wa; Kmer; Nget; I; Sa; La; I; Ster. Bagi orang yang menerapkan harap merahasiakan. Disebutkan pula tentang Pustaka Teratae Putih yakni tentang pelaksanaan upacara Banyu Pinaruh pelaksanaannya tanpa memandang umur atau wangsa, karena Batara Nawasanga, Widyadara dan Bidadari memerintahkan agar para manusia membiasakan melaksanakan upacara Banyu Pinaruh.