KAJIAN ORGANOLOGI ALAT MUSIK SULING DEWA DAYAK TONYOOI DI KECAMATAN BARONG TONGKOK, KABUPATEN KUTAI BARAT, KALIMANTAN TIMUR

Pengarang: 

POLTAK JOHANSEN, TUTUP KUNCORO, IKA LESTARI

Penerbit: 

DIVA PRESS

Tahun Terbit: 

2018

Daerah/Wilayah: 
Kalimantan Timur
Rak: 

RKE - 788 (780-789)

ISSN/ISBN: 

978-602-391-722-8

Jumlah Halaman: 
96

Suling Dewa merupakan media pemanggil dewa atau toh leluhur untuk segera turun dan menyembuhkan orang yang sedang sakit. Dalam upacara Berliant’ atau pengobatan, Suling Dewa disajikan oleh orang tertentu yang dipercaya masyarakat memenuhi syarat-syarat khusus. Hal ini dilakukan supaya tidak melanggar peraturan-peraturan adat dan dapat menyebabkan malapetaka atau hal-hal yang tidak diinginkan. Istilah penyebutan Suling Dewa pada awalnya dinamakan dewa karena sesuai fungsinya sebagai pemanggil dewa dalam upacara Berliant’. Alat musik Suling Dewa merupakan alat musik yang disakralkan dan berperan penting dalam upacara adat Berliant’. Namun, dalam perkembangannya telah mengalami pergeseran fungsi dalam kehidupan masyarakat Dayak Tonyooi di Kabupaten Kutai Barat, Provinsi Kalimantan Timur. Saat ini, Suling Dewa tidak hanya digunakan sebagai sarana hiburan. Para pelaku seni yang berasal dari Dayak Tonyooi yang mahir memainkan Suling Dewa mencari terobosan sebagai alternatif dengan membuat Suling Dewa tiruan atau dipublikasi tanpa melalui proses ritual atau syarat-syarat yang ditetapkan untuk membuat Suling Dewa.